Kalla Minta Anggaran Pemilu 2009 diturunkan
Jum'at, 02 November 2007 | 15:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta anggaran Pemilu 2009 untuk diturunkan. "Hampir Rp 50 triliun itu kan terlalu besar untuk bangsa ini. Semua yang bisa dihemat, hematlah," kata Kalla dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (2/11).
Menurut Kalla, batasan anggaran Pemilihan Umum yang telah disepakati tidak akan melebihi Rp 22 triliun untuk dua tahun. Angka ini pun, kata dia, masih bisa diturunkan lagi. "Saya yakin masih bisa lebih rendah lagi," kata Kalla.
Segala cara untuk menghemat, kata Kalla, harus dijalankan. "Tidak usah beli peralatan sama sekali. Karena semua sudah ada," kata Kalla.
Kalla mencontohkan Komisi Pemilihan Umum tidak usah membeli komputer. "Toh daerah punya komputer, pinjam saja," kata Kalla.
Kertas untuk Pemilihan Umum pun, kata Kalla, tidak usah menggunakan HVS lux. "Bikin saja kertas koran. Dipakai lima menit, masa mesti begitu hebat?" kata Kalla.
Tempat pemungutan suara pun, menurut Kalla, bisa dikurangi. Jika sebelumnya satu TPS menghimpun 300 pemungut suara, satu TPS dalam Pemilu 2009 bisa mencapai 1000 pemungut suara. "Kalau mau beli tiket kereta antri 2-3 jam, masa Pemilu sekali lima tahun tidak antri. Satu jam lah," kata dia.
Kalla mencontohkan sepinya pemilihan kepala daerah DKI Jakarta di TPS Menteng tempatnya tinggal. "Jam sembilan sudah tidak ada orang. Segala macam TPS dikasih renda-renda. Namanya TPS Menteng," kata Kalla yang disambut tawa wartawan.
Menurut Kalla, mekanisme Pemilihan Umum di Indonesia memang lebih rumit daripada di negara lain. "Banyak Pemilunya, susah lagi. Kita terlalu over protected. Kalau di luar negeri, Pemilu menyenangkan," kata dia.
Kalla juga menjelaskan sebenarnya apa yang dijelaskan oleh Komisi Pemiihan Umum memang benar. "Bahwa sekarang tugas KPU bertambah akibat Undang-Undang. Foto copy-an semakin banyak, pengawas dibayar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara," kata Kalla.
Namun Kalla tetap meminta Komisi untuk menggunakan anggaran seefisien mungkin. "Biasanya usulan kan tinggi-tinggi," kata Kalla.
Komisi Pemilihan Umum telah menganggarkan Rp 47,9 triliun untuk Pemilu 2009. Padahal Pemilu 2004, kata Kalla, hanya menggunakan dana kurang dari Rp 7 triliun dari APBN. FANNY FEBIANA





