close

MUI: Ada 9 Aliran Sesat

Jum'at, 02 November 2007 | 23:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Majelis Ulama Indonesia menyatakan telah mengeluarkan daftar sembilan aliran kepercayaan yang dianggap menyesatkan.

“Kami mengeluarkan sudah lama, sejak 1989,” kata Ketua MUI Ihwan Syam dalam jumpa pers di kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jumat (2/11).

Sembilan aliran yang dianggap menyesatkan itu antara lain Islam Jamaah, Ahmadiyah, Ikrar Sunah, Qur'an Suci, Sholat Dua Bahasa, dan Lia Eden. Selain aliran yang bergerak di level nasional, lanjut Ihwan, masih banyak yang bergerak di tingkat lokal.

Wakil Presiden, kata Ihwan, bertanya kepada MUI mengapa aliran-aliran yang dianggap sesat terjadi berulang-ulang.

Ihwan meminta pengawas aliran kepercayaan masyarakat, Kejaksaan Agung, lebih proaktif mengkaji kemungkinan-kemungkinan munculnya aliran sesat. “Supaya ada pekerjaan intelijennya, diamati karena (aliran sesat) tidak muncul dengan dengan tiba-tiba,” kata Ihwan.

Dalam kesempatan itu Ketua Komisi Fatwa MUI Ma'ruf Amin menjelaskan bahwa Al Qiyadah dianggap menyesatkan karena telah menyimpang dari paham yang sudah disepakati oleh seluruh ulama.

Menurut ajaran Islam, kata dia, tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad SAW. “Begitu Nabi Muhammad, stop. Sekarang ada rasul lagi, itu SK (surat keputusan)nya sudah nggak ada,” kaat Ma'ruf disambut tawa wartawan.

Penyimpangan aliran, kata Ma'ruf, berbeda dengan perbedaan pendapat. Menurutnya, masyarakat bingung antara perbedaan pendapat dan penyimpangan. Karenanya masalah-masalah seperti ini akan dirumuskan dalam rapat kerja nasional Majelis yang akan dimulai pada 5 November nanti.

Menurut Ma'ruf, Kalla juga mengharapkan majelis untuk menyoroti dakwah lebih khusus. “Jangan sampai banyak aliran yang menyimpang. Para ulama juga diminta untuk berinstrospeksi kenapa ada aliran sesat itu,” kata Ma'ruf. (FANNY FEBIANA)

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [60] :

  • Lihat konsep

    aliran sesat....jangan langsung di vonis klw itu sesat lihat dulu konsepx dulu.belum tentu konsepx MUI yang benar.kan ada 73 golomgan hanya satu yang benar makax wajar manusia mencari golongan mn yang benar.kita beragama islam hanya ikut-ikutan orang tua atw nenek moyang,kita islam kita harus taw mana golongan yang benar.apalagi kondisi saat ini kembali gelap/jahillyyah di mana setiap golongan merasa benar dan memecah belah Aturan(Agama)nya ALLOH.dalam alQuran Jelas akan ada rasul lagi Untuk Mentegakkan Din Islam yang sudah Runtuh yang dibangun oleh Nabi Muahammad,karena sekarang hukum buatan manusia yang di pakai bukan hukumx Alloh.MUI mau mentegakkan syariat islam sedangkan MUI sendiri tunduk pada aturan toughut.

  • Imtaq

    Masalah banyaknya aliran" itu sich sebenarnya g masalah. Tapi yang jadi masalah adalah.....
    seberapa besar IMTAQ kita buat mengantisipasi adanya hal itu.
    So, terus tingkatin aja keimanan kita..
    kepada Allah SWT tentunya...
    n' tetep berpegang teguh pada Al-Qur'an ^_^

  • Yo apo agama islam banyak aliran????????????

    kalau menurut saya, biarpun banyak yang ngmong aliran islam itu banyak. tp tergantung umat islam itu menanggapi, apakah dio tetap pada pendiriannyo atau malah terpengaruh dengan aliran yang sesat itu. dr itu kan bisa kelihatan tingkat keimanan seseorang........ btul btul btul

  • Sesat

    enak aja . suatu aliran yang tidak mengikuti kata Allah dan Rasulullah bisa di vonis sesat, MUI menilai suatu aliran dari situ. Maka itu seorang yang merasa dirinya muslim wajib mempelajari agamanya . Makanya sekolah agama .....pelajari agamamu itu . mungkin waktu pelajaran agama anda sering bolos

  • Alran sesat

    Hai saudaraku semuanya, janganlah saling mengklaim diri kita paling benar, yang mau mengamalkan aliran sesat, ya silahkan, yg penting sudah kita ingatkan, jaga keluarga kita dari kesesatan itu, kita pertebal iman sampai ajal menjemput, toh perbuatan mereka akan dipikul dan dipertanggung jawabkan sendiri dihadapan alloh, yg menghidupkan kita " pesan buat penganut aliran sesat, silahkan anda meyakini kesesatan anda, jangan ajak orang lain untuk menemani anda " atau buat negara sendiri di lain tempat.

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan