55 Persen Perempuan di Atas 50 Tahun Terkena Osteopenia

Minggu, 04 November 2007 | 11:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 55 persen dari seluruh perempuan di dunia yang berusia di atas 50 tahun terkena ostopenia atau gejala awal osteoporosis. Jika terus dibiarkan, gejala awal ini akan berlanjut menjadi ostoporosis.

"Untuk menghindari osteoporosis cukup berolahraga 30 menit tuga kali seminggu," ujar Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari saat membuka peringatan Hari Osteoporosis di Lapangan Monas, Minggu (4/11).

Saat ini sebanyak dua dari lima penduduk Indonesia berisiko terkena penyakit osteoporosis. Angka ini lebih tinggi dari prevelensi dunia di mana satu dari tiga orang yang berisiko osteoporosis.

Osteoporosis merupakan kondisi di mana tulang mengalami pengurangan massa sehingga menipis, rapuh, keropos, dan menjadi mudah patah. Kondisi ini diakibatkan karena kekurangan kalsium, juga gaya hidup tidak sehat, seperti kurang makanan berserat, mengkonsumsi alkohol, kafein, dan rokok.

Proses penipisan tulang ini berlangsung lama dan penderita tidak menunjukkan tanda-tanda khusus. "Itu kenapa osteoporosis disebut silent killer," kata Menteri lagi.

Berdasarkan data dari International Osteoporosis Foundation (IOF) tahun 2007, sebuah lembaga non pemerintah, yang bekerja sama dengan Fonterra Brands dan mitra IOF di berbagai negara tempat diadakannya penelitian didapatkan data biaya total untuk perawatan akibat patah tulang pinggul saat ini berkisar antara US$1.400 - US$4.700.

Jika hanya seperempat dari 4,25 juta perempuan Indonesia saja yang menderita patah tulang pinggul karena osteoporosis, biaya kesehatan akan mencapai US$1,48 miliar. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat menjadi US$1,75 miliar pada 2020 dan menjadi US$1,82 miliar pada 2050.

Jumlah penderita yang begitu besar, tidak diimbangi dengan jumlah alat diagnostik DEXA scanner untuk mendeteksi osteoporosis. Saat ini satu alat diagnostik digunakan untuk 6 juta orang di Indonesia.

Sebagai puncak peringatan Hari Osteoporosis, Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono memimpin ratusan warga berkaus hijau untuk berjalan kaki 10 ribu langkah. Jalan kaki ini dimulai dari Monas ke arah Bundaran Hotel Indonesia dan kembali ke Monas.

Reh Atemalem Susanti






Komentar Anda

Kirim