Kekuatan Kelud Masih Tertahan Sisa Letusan 1990
Minggu, 04 November 2007 | 19:19 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Surono, menyatakan energi atau kekuatan yang ada di Gunung Kelud mestinya sudah cukup untuk memunculkan letusan.
Dengan kekuatan yang sama, Gunung Merapi di Jawa Tengah sudah akan memunculkan awan panas. "Kalau kekuatan itu terjadi di Anak Krakatau di Selat Sunda, pasti sudah terjadi letusan hebat," kata Surono.
Pernyatan itu disampaikan di balai desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (4/11)/. "Ini fenomena yang tidak pernah terjadi sebelumnya di Gunung Kelud. Kekuatannya sudah sangat luar biasa, namun belum mampu juga menjebol lapisan sisa letusan tahun 1990 yang mengendap di jalur magma," kata Surono.
Menurutnya, ada tiga kemungkinan yang bisa diambil untuk melihat fenomena Kelud. Pertama, dengan jarak magma sekitar 700 meter di bawah permukaan dasar kawah, bisa menimbulkan fase air menjadi uap dan disusul dengan terjadinya tekanan besar yang menimbulkan ledakan sangat kuat.
Kedua, energi yang tersimpan di dalam tubuh Kelud mengalami hembusan melalui di celah-celah kubah magma, kemudian mengepul dalam bentuk awan hitam dan menjadi awan putih hingga sekarang. Hal itu bisa menimbulkan spekulasi Kelud tidak jadi meletus karena bocor.
Ketiga, suplai energi yang terus menerus terjadi di dalam magma semakin kuat. Namun, karena ada kebocoran atau hembusan tadi, energi yang tersimpan menjadi kurang kuat. Sehingga menimbulkan potensi Kelud akan tetap meletus, namun membutuhkan waktu cukup lama untuk menjebol kubah magma.
"Dengan kondisi energi seperti itu, kami tidak bisa memprediksi kapan Kelud akan meletus sesungguhnya dengan melontarkan semua material yang dimilikinya," kata Surono. Untuk itu PVMBG masih menetapkan status “awas” dan menyatakan gunung ini sangat berbahaya.
Secara teoritis, kata Surono, krisis yang terjadi kemarin petang menunjukkan Gunung Kelud sudah meletus. Namun, karena adanya kekuatan kubah magma, energi tidak mampu menjebolnya, sehingga yang terjadi hanyalah hembusan. Hembusan itu masih terjadi dalam bentuk awan panas yang membumbung hingga 500 meter dari puncak.
Saat ini, kondisi temperatur di kedalaman 15 meter mencapai 74,8 derajat Celsius. Adapun di kedalaman 10 meter mencapai 62,0 derajat Celsius, sementara pada permukaan mencapai 69,4 derajat Celsius. Dwidjo U. Maksum





