Abah Anom Cipta Gelar Meninggal
Selasa, 06 November 2007 | 17:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Abah Anom, 41 tahun, yang dikenal sebagai pimpinan Kasepuhan Adat Banten Kidul Cipta Gelar di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia, Selasa (6/11) pukul 02.00 WIB dini hari. Dikabarkan pimpinan spiritual kampung adat di pedalaman Sukabumi ini meninggal karena penyakit jantung.
Namun, belum ada pihak yang bisa memastikan penyebab kematian yang sebenarnya. Sapto, anak angkat Abah Anom mengaku baru mendapatkan kabar meninggalnya Abah Anom pagi-pagi. Dia mengaku sangat kaget mendapatkan kabar tersebut. "Pagi-pagi saya mendapat telepon yang mengabarkan Abah meninggal. Saya baru bisa berangkat dari Bandung siang hari," ujarnya, kemarin.
Sapto sendiri tidak bisa memastikan kondisi terakhir almarhum. Saat dihubungi melalui telepon selularnya, Sapto mengaku baru bisa memastikan ayah angkatnya meninggal ketika menerima kabar dari 3 orang berbeda.
"Terakhir telepon langsung dari Cipta Gelar. Saya membatalkan semua agenda kegiatan di Bandung dan segera berangkat," imbuhnya.
Sementara Tri Mumpuni, perintis pembangunan pembangkit listrik di Cipta Gelar yang sudah bekerja sama dengan Abah Anom sejak tahun 1996 mengaku tidak percaya saat mendapat kabar bada salat subuh. Menurut Tri, sehari
sebelumnya dia masih melakukan kontak karena ada program yang akan dilaksanakan di Cipta Gelar. "Saat menerima telepon dari Pak Dede, tenaga engineer yang sedang berada di Cipta Gelar bersama Abah, saya kaget dan tidak percaya," katanya.
Tri mengaku sangat terpukul. Bukan hanya karena kehilangan orang yang selama ini memiliki kedekatan secara emosional, tapi dia tidak bisa datang langsung
untuk melayat. Sebab, pada saat yang bersamaan, dia juga harus menyelenggarakan kegiatan bertaraf internasional di Jakarta yang tak bisa ditinggalkan. "Pada peringatan 7 hari kematian beliau, saya pasti datang.
Sekarang saya hanya bisa menangis karena tidak bisa memaksakan datang untuk menyaksikan jasad orang yang begitu dekat secara emosional," kata dia di
Jakrta, kemarin. Kematian tokoh berpengaruh di Sukabumi dan Jawa Barat tersebut sangat mengentak publik di berbagai daerah.
Selain warga setempat, beberapa kalangan pun datang ketika ada informasi meninggal nya tokoh tersebut, termasuk Wakil Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, yang langsung menuju rumah duka. "Bapak masih di Cipta Gelar, jadi belum bisa dihubungi," ujar ajudannya.
Hingga kini belum dipastikan kapan Abah Anon akan dikebumikan.deden abdul aziz





