Konsumsi Kondom Indonesia Sangat Rendah

Selasa, 06 November 2007 | 18:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Country Director DKT untuk Indonesia Christopher Purdy mengatakan, konsumsi kondom sebagai alat kontrasepsi di Indonesia masih sangat rendah. Dengan jumlah penduduk 230 juta jiwa, hanya 100 juta kondom yang dikonsumsi per tahun.

Jumlah itu, kata Christopher, sangat rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Di Thailand yang berpenduduk 90 juta jiwa, penggunaan kondom mencapai angka 200 juta kondom per tahun. Malaysia dengan penduduk 30 juta jiwa, menggunakan 100 juta kondom per tahun.

"Pemakaian kondom paling besar ada di Amerika, Eropa, China dan India," ujar Christopher kepada Tempo usai peluncuran Pekan Kondom Nasional 2007 di Jakarta, Selasa (6/11).

Ketua Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief sependapat dengan Christoper. Dari 50 juta peserta Keluarga Berencana, ujarnya, hanya 0,9 persen yang menggunakan kondom ."Kebanyakan dari mereka menggunakan pil, suntik dan susuk sebagai alat bantu kontrasepsi," ujarnya.

Jumlah itu timpang jika dibandingkan dengan persentase penggunaan kondom untuk kontrasepsi di Jepang yang mencapai angka 70 persen dari total jumlah penduduk.

Penggunaan kondom yang masih remdah, kata Sugiri, terjadi karena masyarakat belum bisa menerima kondom sepenuhnya. Ditambah pula stigma jelek masyarakat bahwa perbuatan tidak baik bila menggunakan kondom.
"Kalau beli kondom masih takut dan malu-malu," katanya

Padahal, kata dia, kondom mampu berfungsi ganda dan lebih rendah resikonya jika dibandingkan alat kontrasepsi lain.Kondom mampu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan mencegah penularan penyakit menular akibat hubungan seksual.

Menurut Ketua Penanggulangan Aids Nasional Nafsiah Mboi, pelarangan dan penutupan tempat pelacuran bukannya menghilangkan atau mengurangi jumlah penderita penyakit menular malah menambahnya.

"Jika mereka di lokalisasi, pengecekan kesehatan dan sosialisasi lebih mudah. Saat ini mereka tersebar di berbagai rumah (bukan lokalisasi) dan hanya beberapa dari mereka yang mau memeriksakan kondisi kesehatannya," ujarnya.

Mantan Menteri Agama Tarmizi Taher mengatakan dirinya mengerti betul fungsi dan manfaat kondom. "Saya mengerti dan mendukung. Namun masih banyak ulama lain yang tidak sependapat," katanya menyesalkan.


Reh Atemalem Susanti






Komentar Anda

Kirim