Negara Asia Tenggara Cegah Penyebaran Penyakit dari Hewan

Selasa, 06 November 2007 | 20:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah negara Asia Tenggara akan membentuk kerangka strategi regional untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran zoonotic disease (penyakit yang berasal dari hewan) kepada manusia.

“Penyakit ini dapat terus muncul dan menyebar melintasi batas wilayah bila tidak dikendalikan secara komprehensif,” ujar Konsultan Flu Burung Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Khanchit Limpakarn Janarat seusai pembukaan rapat Regional Meeting on Zoonotic Disease yang diadakan di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (6/11).

Perubahan pola penularan zoonotic disease, kata dia, tidak bisa diprediksi. Saat ini setidaknya ada lebih dari 300 penyakit yang berasal dari hewan yang dapat menular ke manusia. Selain itu, sebanyak 30 penyakit baru telah terdeteksi selama tiga dekade terakhir dimana 75 persen dari jumlah itu merupakan zoonotic disease.

Staf Kesehatan Publik WHO, GN Gongal mengatakan zoonotic disease dibagi menjadi tiga bagian besar. ”Yang pertama adalah penyakit yang berpotensi menjadi endemik seperti leptopirosis, anthrax,” ujarnya.

Jenis kedua, kata dia, adalah penyakit berbahaya yang berpotensi menjadi epidemik seperti SARS, Flu Burung dan Virus Nipah. Terakhir adalah penyakit yang hampir musnah namun punya potensi untuk menyebar kembali, seperti rabies.

Gongal mengatakan rapat regional yang akan diadakan mulai hari ini hingga dua hari mendatang akan memprioritaskan pencegahan penyebaran dan penanggulangan penyakit yang berpotensi menjadi epidemik seperti Flu Burung dan Nipah Virus. Akan tetapi, kata dia, tidak pula melupakan potensi menyebarnya penyakit yang hampir punah seperi rabies.

Rabies, menurut Gongal, merupakan penyebab utama kematian zoonotic disease yang menyebabkan 40 ribu hingga 60 ribu kematian setiap tahun dimana 60 persen dari jumlah itu berasal dari Asia Tenggara. Hal tersebut, kata dia, membuat negara-negara kehilangan produktifitas dan harus mengeluarkan banyak dana untuk mengatasi dampak penyebaran penyakit itu, ”Tahun 2020 dunia akan bebas dari rabies,” ujar Gongal.

Amandra Mustika Megarani






Komentar Anda

Kirim