Panglima: KSAL Diganti Kaderisasi Semata
Rabu, 07 November 2007 | 11:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto menegaskan pergantian Kepala Staf TNI Angkatan Laut Slamet Soebijanto dilakukan semata untuk kaderisasi. "Kan tidak mungkin selamanya saya jadi panglima. KSAL juga sudah 2,5 tahun (menjabat). Jadi wajar (diganti) menurut saya," kata Djoko kepada wartawan di Istana Negara, Rabu (8/11).
Djoko membantah alasan pergantian Slamet dilakukan karena alasan kinerja. "Pergantian pejabat di lingkungan TNI kan sesuatu harus terjadi, ada proses regenerasi, proses kaderasi, ada proses transisi," kata Djoko.
Pukul 14.00 hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melantik Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan Laksamana Madya Sumarjono sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut menggantikan Slamet yang memasuki masa pensiun.
Djoko menjelaskan dalam pergantian KSAL, ia memberikan tiga nama calon kadidat bintang dua dan tiga. "Saya hanya memberikan nama calon," kata Djoko.
Meskipun Slamet belum memasuki masa pensiun, kata Djoko, "Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara juga diserahterimakan sebelum (pejabatnya) pensiun. Jadi tidak harus menunggu pensiun," kata Djoko.
Kaderisasi, kata dia, mengharuskan TNI untuk mengganti seseorang tanpa harus menunggu pensiun.
Adapun Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Djoko Santoso belum akan diganti. "KSAD belum ada (pergantian). Saya belum pernah dengar isu itu. Nanti kan nyampe waktunya sendiri," kata Panglima.
FANNY FEBIANA





