Kalla: Politik itu Harus Realistis

Sabtu, 10 November 2007 | 06:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Jusuf Kalla menyatakan bahwa soal sikap politiknya pada 2009 nanti harus dihitung secara realistis dan penuh dengan perhitungan yang matang dan masuk akal.

"Supaya nanti tidak harakiri atau bunuh diri politik, maka keputusannya nanti saja tidak sekarang," kata Kalla saat memberi komentar dalam Acara Launching buku karya Burhanuddin Napitupulu yang berjudul Harakiri Politik Tokoh Nasional dan Elit Golak di Gedung Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Jakarta Jumat Malam (9/11).

Hadir juga dalam kesempatan ini Ketua DPR Agung Laksono, Ketua MK Jimly Asidiqie, Menteri Sosial Bachtiar Chamsah, Menteri Perindusrian Fahmi Idris, Menteri Hukum dan Ham Andi Mattalata, Gubernur Lemhanas Muladi, dan Menteri Pariwisata Jero Wacik.

Kalkulasi yang akurat dengan pertimbangan survei dan perhitungan kondisi politik, kata Kalla sangat penting dalam memutuskan langkah politik . Hal ini lah juga yang melatar belakangi Kalla mundur dari Konversi Partai Golkar 2004. "Jadi kalau saya ikut konvensi, hitung-hitungannya saya tidak akan menang, karena saya tidak yakin ya saya mundur saja," ujar dia.

Keputusan untuk memilih berduet dengan Susilo Bambang yudhoyono pada 2004, kata Kalla, juga sudah dia perhitungkan kalkulasnya secara matang. "Dari pengetahuan survei juga saya yakin kalau bisa menang,akhirnya menang 62 persen" ujar Kalla.

Politik, kata Kalla, bukan ajang coba-coba tetapi harus diperhitungkan secara akurat mengenai hasilnya. Politik, kata Kalla, sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya."Kalau prediksinya kalah ya kalah, jadi harus benar-benar melihat kenyataan sebelumnya seperti apa," kata Kalla.

Namun, sayang Kalla belum bersedia menyebutkan soal pilihan politiknya nanti dalam Pemilu 2009. yang jelas, menurut Kalla dirinya juga saat ini sedang mengukur kekuatannya sampai dimana. "Jangan emosional dulu, pilihan Presiden itu kan bukan partai yang dipilih tetapi orang," kata dia.

Guna mendukung kemenangannya pada 2004 lalu, kata Kalla, tidak sebatas memerlukan hasil survei. Kalla mengaku sudah keluar banyak dana untuk menjadi figur dalam pemilihan Presiden dan Wapres 2009 sampai akhirnya menang. "Nanti bisa kita lihat, kalau hitung-hitungannya menang, maka yakinlah menang, tetapi harus logis dan tidak tergesa-gesa," ujar Kalla.

Ketua DPR Agung Laksono yang juga sekaligus Ketua DPP Pusat Partai Golkar memuji model kepemimpinan Jusuf Kalla. Menurut Agung, keputusan negara ini terutama masalah ekonomi berada di meja Kalla. Anton Aprianto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: