PPP Akan Tampung Kiai PKB yang dipecat
Sabtu, 10 November 2007 | 06:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Persatuan Pembangunan akan menampung para kiai Partai Kebangkitan Bangsa yang dipecat. "Dari pada ke tempat lain, PPP lebih cocok baik (menampung kiai PKB), dari segi aqidah, historis, kulturalnya, dan dari orang-orang yang mengelola," kata Ketua Umum PPP Suryadharma Ali di lingkungan Istana Kepresidenan, Jumat (9/11).
Bahkan Suryadharma sudah melakukan pendekatan berupa
silaturahmi dengan kyai-kyai Nahdlatul Ulama, seperti Kiai Langitan, Kiai Lirboyo, dan KH Mas Ahmad Subadar. "Kemudian di pondok pesantren Ploso, Pasuruan, Jember, Madura, Jawa Tengah, dan beberapa daerah di Jawa Barat." kata Suryadharma.
PPP, kata Suryadharma, memang ingin meningkatkan perolehan suaranya menjadi 15 persen di 2009. "Konsekuensi dari tekad meningkatkan suara itu adalah PPP harus terbuka bagi potensi-potensi lain yang akan bergabung dalam barisan PPP," ujarnya.
Karena itu PPP sangat terbuka untuk menerima kiai dari PKB. "PPP sangat terbuka karena PPP ini adalah salah satu produk politiknya Nahdlatul Ulama. Jadi secara historis dan kultural, antara PPP dan NU tidak ada masalah," katanya.
Ditanya apakah PPP mendapat keuntungan dari kisruh PPP,
Suryadharma menjawabnya dengan tertawa. "PPP mengharapkan
mendapat keuntungan bukan hanya dari yang kisruh saja.
Pokoknya kami terbukalah," kata Suryadharma.
Dalam kesempatan berbeda, Lukman Edy mengatakan bahwa Dewan Syuro PKB tidak menjalankan tabayun atau klarifikasi. "Seharusnya kearifan NU tentang tabayun ini harus dijadikan cara di internal PKB untuk menyelesaikan persoalannya. Dan itu ditinggalkan," kata Lukman di Istana Negara.
Lukman berpendapat seharusnya pengurus PKB Jawa Timur
dipanggil untuk didengarkan penjelasanannya. "Kalau tidak
diberikan ruang untuk pembelaan, bagaimana kita tahu
kebenarannya? Apakah ini hanya sekadar isu, fitnah, atau
benar-benar ada kejadiannya," kata Lukman. PKB,lanjutnya,
tidak memiliki forum untuk itu. "Langsung aaja vonis," kata Lukman.
Tindakan PKB ini, kata Lukman, akan memperkecil kekuatan
partai. "Seharusnya pada masa sekarang ini dilakukan
konsolidasi penuh, bukan justru menimbulkan
perpecahan-perpecahan yang justru mengurangi kekuatan
partai sendiri," kata Lukman.
Karenanya, lanjut Lukman, forum tabayun harus dilaksanakan. Visi PKB, kata dia, adalah memperbesar barisan, bukan memperkecil barisan. "Buktikan dulu teman-teman yang bersalah itu bersalah benar, baru divonis. Kalau tidak bersalah, namanya politik kan? Isu dan fitnah-fitnah selalu berkembang," kata Lukman. FANNY FEBIANA





