Pemimpin Al-Qiyadah Ajak 41 Ribu Pengikutnya Bertobat

Sabtu, 10 November 2007 | 06:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemimpin Al-Qiyadah Al-Islamiyah Ahmad Moshaddeq mengajak 41 ribu jamaahnya untuk bertaubat. Taubat yang diserukannya adalah Taubat Nashuha.

"Saya menyerukan kepada pengikut saya untuk tetap tenang, istiqomah dan melakukan tobat nashuha,"ujar Moshaddeq pada konferensi pers di ruangan Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya Jumat (9/11).

Moshaddeq telah mengakui kesalahannya dan mencabut kembali pernyataannya mengenai dirinya sebagai nabi dan rasul setelah Muhammad SAW. Ia juga mengakui adanya rukun islam dan rukun iman.

Disela-sela menyebutkan lima rukun islam dan enam rukun iman satu persatu terdengar ia sangat fasik melafalkan dua kalimat shahadat "Asyhadualla ilaha ilallah wa asyhadu anna Muhammadarosululah"

"Saya setuju sekali bahwa tidak ada nabi atau rasul setelah Muhammad SAW, dan wahyu terakhir untuk dia (Muhammaad)," kata Moshaddeq tegas.

Menanggapi soal iuran yang dibayar oleh jamaahnya sebesar Rp 700 ribu, Moshaddeq menolak bahwa uang tersebut diharuskan bagi seluruh pengikutnya. "Semuanya hanya sodakoh, tidak ada iuran wajib," tambah dia. Munawwaroh






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: