Tim Merah-Putih dicukur Suriah 4-1
Sabtu, 10 November 2007 | 07:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim merah putih akhirnya harus menyerah 4-1 di tangan Suriah dalam babak kualifikasi Pra-Piala Dunia 2010 di Stadion utama Gelora Bung Karno, Jumat malam (9/11).
Babak pertama Indonesia sempat mendapat beberapa peluang, namun gagal dimanfaatkan pemain depan seperti Bambang Pamungkas dan Budi Sudarsono. Sebaliknya serangan balik Suriah yang cepat kurang dapat diantisipasi dengan baik.
Suriah unggul lebih dahulu lewat tembakan pemain belakang Farez Ismaeel di menit ke-17. Disusul gol kedua oleh striker Muhammad Alzeno di menit-34.
Di menit ke-36, Budi Sudarsono diganjal keras oleh pemain belakang Suriah, Dyab Ali di kotak penalti. Wasit Mohsen Torky pun memberikan hadiah penalti bagi Indonesia. Budi Sudarsono mengeksekusi dengan baik peluang itu, meski penalti harus diulang karena dua pemain Indonesia bergerak lebih dulu.
Satu kesalahan fatal dilakukan kiper Indonesia, Markus Rihina di menit 43. Dia melepaskan bola yang sudah di tangan hingga ngeloyor ke gawang dan berbuah gol 3-1 bagi Siriah. Gol itu hasil tembakan pemain depan Ziad Chaboo yang memanfaatkan umpan pojok rekannya.
Babak kedua, tim merah putih berusaha banyak menekan, namun lagi-lagi kesalahan mendasar sering dibuat oleh para pemain Indonesia. Umpan-umpan yang tidak akurat hingga salah menentukan posisi pemain. Akhirnya di injuri time, Suriah berhasil menyempurnakan kemenangan lewat tembakan pemain Raja Rafe.
Pelatih Ivan Kolev dengan lesu mengakui keunggulan Suriah pada pertandingan malam ini. "Kualitas mereka di atas kita," akunya.
Namun, pelatih kelahiran Bulgaria ini juga menyesalkan buruknya penampilan tim asuhannya kali ini. "Setelah tertinggal tiga gol mereka lupa segalanya, kesalahan-kesalahan dasar sepeerti teknik bermain cepat, cara bertahan, dan hampir semua strategi," keluhnya. Bahkan Kolev menyebut kualitas timnas saat ini di titik nadir. "Parah," ujarnya.
Banyak hal menurut Kolev yang jadi pekerjaan rumah baginya terasa menumpuk. "Saya heran tidak ada disiplin, koordinasi juga tidak ada," katanya. Pertahanan tim yang lemah juga dinilai Kolev menjadi sebab utama kebobolannya gawang timnas hingga 4 kali.
Masuknya muka baru ke timnas senior menurut Kolev dapat memberikan bantuan bagi tim. Ian Kabes yang langsung dipasang di lini depan, menurutnya tampil baik. Sedangkan Rudi Widodo yang masuk menggantikan Bambang Pamungkas di babak kedua dinilai Kolev untuk memperbaiki permainan yang kurang agresif.
Pelatih Suriah, Fazer Ibraheem mengaku pertandingan malam ini cukup baik ditampilkan anak-anak asuhnya. "Awalnya saya tidak tahu pola permainan Indonesia, tetapi setelah babak pertama saya bisa menebaknya," kata dia.
Dia melanjutkan, pengetahuan tentang tim Indonesia sendiri sangat minim ia dapat. "Cuma saat Piala Asia lalu," ujarnya.
Menurut dia tim merah-putih punya kualitas individu pemain yang baik. "Tapi sayang, secara tim kurang qualified," tambahnya. Rafly Wibowo





