PT Timah Jaga Produksi 60 ribu Ton

Sabtu, 10 November 2007 | 07:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Timah mentargetkan produksi timah sekitar 60 ribu ton pada tahun depan. Target produksi tersebut sama dengan angka produksi tahun ini. Komisaris PT Timah, Sukhyar mengatakan bahwa Timah sengaja tidak menaikkan angka produksi tersebut untuk menjaga stabilitas harga. "Supaya harga timah bisa dikendalikan," kata Sukhyar di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sukhyar menjelaskan, bahwa Indonesia merupakan negara eksportir timah terbesar. Dengan menjaga produksi timah, maka Indonesia bisa menjadi pengendali harga timah di dunia.

Negara produsen timah selain Indonesia adalah China. Namun produksi timah dari China, kata dia, hanya dikonsumsi dalam negerinya sendiri. "Malah China mengimpor dari kita," ujar Sukhyar.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral Batu bara dan Panas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Simon Sembiring mengatakan bahwa pemerintah akan menjaga produksi timah Indonesia pada kisaran 90-100 ribu ton pada tahun depan.

Angka produksi sebanyak 90 ribu ton tersebut dari produksi PT Timah sekitar 60 ribu ton, PT Koba Tin sekitar 15 ribu ton, ditambah produksi eksportir terdaftar dan perusahaan smelter lainnya sekitar 10 ribu ton.

Simon menjelaskan, kalau produksi tidak dijaga, maka akan dibuka tambang-tambang baru sehingga harga timah bisa jatuh. Simon mengaku akan menjaga harga timah pada kisaran US$ 15 ribu per ton.

Data terakhir Departemen Perdagangan menunjukkan nilai ekspor timah selama Januari hingga September 2007 mencapai US$ 715,7 juta dengan volume 51.742 ton. Adapun harga di pasar dunia untuk timah batangan per Agustus sebesar US$ 15.400 atau naik dibanding tahun lalu yang sebesar US$ 8.000 per ton.

Tahun lalu, total ekspor timah dengan volume 118.555 ton setara dengan US$ 913 juta. Angka ini naik dibanding nilai ekspor tahun 2005 yang sebesar US$ 903,8 juta.
Nieke Indrietta,/b>






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: