Keluarga Para Pahlawan Dapat Rp 1,5 Juta Per Bulan
Sabtu, 10 November 2007 | 11:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah memberikan bantuan dana Rp 1,5 juta kepada setiap keluarga para Pahlawan dan Para Perintis Kemerdekaan Indonesia. Ini merupakan bentuk penghargaan pemerinta atas jasa-jasa mereka.
Menurut Menteri Sosial Bachtiar Chamsah, disamping dana itu, pemerintah juga memberi bantuan dalam perawatan kesehatan para keluarga pahlawan dan perintis kemerdekaan.
"Bantuan ini berlaku sampai anak saja, sedangkan cucu tidak," kata Bachtiar usai mendampingi Presiden dalam Acara Peringatan Hari Pahlawan di Komplek Makam Pahlawan Kalibatan Jakarta Sabtu (10/11).
Menurut Bactiar, dana sebesar itu merupakan batas kemampuan pemerintah memberi bantuan kepada keluarga para pahlawan ini. "Awalnya kan hanya sampai Rp 800 ribu, tetapi kemudian naik terus sampai akhirnya mencapai Rp 1,5 juta," kata dia.
Setiap tahunnya, kata Bachtiar, pemerintah menetapkan nama-nama pahlawan baru. Tahun 2007 saja sudah ada empat nama yang telah dianugerahi gelar itu. "Setiap tahun kami inventarisasi, kandidatnya tidak hanya mereka yang berjasa saat dan sebelum kemerdekaan," kata dia.
Bachtiar mencontohkan, dari empat nama pahlawan baru, terdapat nama-nama yang berjasa pasca kemerdekaan seperti A.A Gani dan Anak Gede Agung. "Pemerintah punya tujuh kriteria untuk menetapkan seseorang menjadi pahlawan," kata dia.
Direktur Penelitian Kepahlawanan dan Kesetiakawanan Sosial Departemen Sosial Yusrizal menambahkan, tujuh kriteria itu diantaranya Berjasa kepada negara melampaui kemampuan, tidak cacat, dan jasanya bermanfaat bagi orang banyak.
"Dari 12 kandidat pahlawan yang memenuhi kriteria itu empat, dan tiga kandidat cukup mendapat tanda kehormatan," kata Yusrizal. Setiap tahun, ujar dia, pemerintah selalu menginventarisasi dan meneliltu orang-orang yang layak menyandang gelar pahlawan dan perintis kemerdekaan.
Pada kesempatan peringatan Hari Pahlawan, Presiden Suusilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden melakukan tabur bunga ke pusara para pahlawan diantaranya ke makan Edi Sudrajat, Adam Malik, A.H Nasution, dan Tujuh Makam Pahlawan Revolusi. Anton Aprianto





