DPR Pastikan Meratifikasi Lombok Treaty

Selasa, 13 November 2007 | 13:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lombok Treaty dipastikan selesai dalam satu hingga dua hari ini. Setelah itu, DPR akan meratifikasi Lombok Treaty yang telah disiapkan sejak tahun 2006 itu. "Pembahasan dilakukan dalam dua minggu," kata Ketua Komisi Luar Negeri DPR Theo L. Sambuaga di gedung MPR/DPR, Selasa (13/11).

Wakil Ketua Komisi Luar Negeri DPR Sidharto Danu Subroto menyatakan Lombok Treaty meliputi 21 area kerjasama untuk 10 bidang. Di antaranyam kerjasama di bidang pertahanan, keamanan laut, keselamatan dan keamanan penerbangan, terorisme, penegakan hukum, dan intelijen. "Isinya seimbang dan saling menguntungkan," ujarnya di gedung MPR/DPR, Selasa (13/11).

Menurut Sidharto, Lombok Treaty dapat dijadikan model kerjasama Indonesia dengan negara tetangga yang berbatasan. Alasannya, kedua negara diuntungkan dari kerjasama itu.

Dia mengatakan DPR harus mencermati aturan pelaksanaan kerjasama itu. Tujuannya, tidak terjadi penyimpangan aturan pelaksanaan dengan induk kerjasama. "Implementing agreement perlu dievaluasi DPR agar tidak menyimpang," kata anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.

Selama ini, ujarnya, beberapa kerjasama di antara sepuluh bidang tersebut sudah dilaksanakan Indonesia dan Australia. Misalnya, kerjasama pertahanan dalam bentuk latihan perang bersama di wilayah kedua negara. Kerjasama dalam pemberantasan terorisme juga sudah dilakukan. Australia, katanya, memberikan hibah senilai US$ 38 juta untuk pendirian sekolah anti teroris di Semarang Jawa Tengah. Sekolah itu untuk para perwira yang menekuni terorisme. "Guru-gurnya dari Asia Pasifik," ujarnya.

Ketegangan hubungan diplomatik kedua negara, dia melanjutkan, bisa dikurangi lewat program beasiswa. Saat ini sekitar 15 ribu orang Indonesia belajar di Australia. Pemerintah Australia, katanya, perlu menambah jatah beasiswa bagi pelajar Indonesia yang cerdas namun tidak mampu secara finansial untuk belajar di negeri Kangguru itu. Selain itu, kesempatan warga Australia mempelajari budaya masyarakat Indonesia harus diperbesar. "Sehingga tumbuh pengertian di antara kedua masyarakat," katanya. kurniasih budi






Komentar Anda

Kirim