Kalla Undang Pimpinan Parpol

Selasa, 13 November 2007 | 19:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden yang juga Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) mengundang sejumlah pimpinan partai politik untuk membahas efisiensi anggaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 di kediamannya di Jalan Dipenogoro No 2 Menteng Jakarta Pusat.

Kalla juga mengundang sejumla anggota DPR terutama Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Politik. Dalam rapat ini Kalla akan memperkenalkan pola Pemilu 2009 tanpa menggunakan pencoblosan tetapi menulis di surat suara.

"Nanti akan juga diperkenalkan komponen-komponen Pemilu 2009 yang efisien," kata Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR Priyo Budi Santoso sbelum rapat dimulai Selasa Malamm (13/11). Usulan Kalla ini diharapkan bisa diterima oleh semua partai politik dan diakomodasi dalam RUU Pemilu yang masih di bahas Dewan.

Pertemuan ini sendiri rencananya dimulai pukul 19.30. Kalla sendiri akan memimpin langsung pertemuan ini."Ini ide orosinil seorang Jusuf Kalla, dan kalau pimpinan partai menerima ini bisa diakomodir dalam RUU Pemilu," kata Priyo.

Sejumlah undangan sudah tampak di Kediaman Kalla diantaranya Ketua Umum PPP, Suryadarma Ali, Ketua Umum PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP Pusat Partai Demokrat Anas Urbaningrum,Dari PDIP ada Panda Nababan, Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono, Anggota Pansus RUU Politik Fery Mursidan Baldan,Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta,Kepala Bappenas Paskah Suzetta dan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto.

Kalla tadi sempat menunjukkan beberapa contoh surat suara yang ditempel di papan putih kepada undangan dari negara-negara tetangga seperti Jerman, Filipina, As, Kamboja, dan Austarlia. Di depan Mendagri Kalla membandingkan surat suara Indonesia yang ukurannya hampir lima lipat dengan 5 negara lain yang dijadikan contoh. "Indonesia ini terlalu besar karena dicoblos, yang lain kartu suaranya kecil dan cukup dengan menulis," kata Kalla. Anton Aprianto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: