Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

PNPM Untuk Serap Tenaga Kerja
Rabu, 14 November 2007 | 15:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno mengatakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) menjadi strategi untuk mengantisipasi dampak tidak stabilnya pertumbuhan perekonomian nasional terhadap pembukaan lapangan kerja baru.

Menurut dia, program ini diarahkan membangun berbagai proyek pemerintah, terutama sektor infrastruktur dan pertanian, untuk menyerap tenaga kerja. PNPM menjadi sebuah strategi dengan nilai yang terus meningkat dari Rp 48 miliar tahun 2006 menjadi Rp 52 miliar tahun 2007.

“Tujuannya adalah membuka lapangan kerja walau masih bersifat crash program yang padat karya, belum untuk jangka panjang. Sebab untuk jangka panjang, kita tahu butuh investasi,” kata Erman di sela Konferensi Nasional Produktivitas, Rabu (14/11).

Menurutnya transmigrasi dapat menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan lapangan kerja. Terutama pembangunan yang bersifat infrastruktur dan pemerataan industri.

Ia menambahkan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi sejak 2007 sudah mengembangkan lima kota terpadu mandiri (KTM). Kota terpadu ini digunakan untuk permukiman transmigrasi yang terpadu. Pada 2008, jumlahnya akan ditambah menjadi 11. Menurutnya, pembangunan KTM bisa menyerap sedikitnya 600 ribu pekerja.

Dalam jangka panjang, pemerintah menyadari tetap membutuhkan pertumbuhan investasi untuk membuka lapangan kerja. Erman mengatakan, pemerintah berharap pertumbuhan investasi sebesar 12 persen tahun 2007 bisa membuka lapangan kerja baru.

“Ini membutuhkan peranan semua pihak jangan hanya mengandalkan Depnakertrans. Departemen ini bukan pembuat lapangan kerja tetapi hanya pelayanan publik untuk menciptakan iklim hubungan industrial yang kondusif agar investasi meningkat,” kata dia.

Jumlah penganggur pada tahun 2004 sebsar 10,252 juta orang, tahun 2005 sebesar 10,854 juta orang dan tahun 2006 berjumlah 11,104 juta orang. Sedangkan penduduk miskin pada bulan Maret 2006 berjumlah 39,05 juta orang (17,75%), yang didominasi penduduk di pedesaan sebesar 63,41 persen. Ninin Damayanti


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tak Bayar THR, Izin Usaha Bisa Dicabut
Empat Undang-undang Ketenagakerjaan Ditinjau Ulang
Revitalisasi Balai Tenaga Kerja, Pemerintah Kucurkan Rp 5 Triliun
Pemerintah Fasilitasi Perundingan PT Tong Yang - Adidas
Penyiksaan TKI Meningkat, Erman Akan Temui Dubes Saudi dan Malaysia
Dibutuhkan 2020 Pengawas Ketenagakerjaan Baru
Dibentuk Satgas untuk Tangani TKI Ilegal
Nike Tidak Bisa Bayar Pesangon Pada Pekerja
Malaysia Akan Buat Smart Card Untuk TKI
OPSI Tolak RPP Pesangon
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk111557 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Lamongan Laporkan Pelanggaran Pilgub
Izin Operasi Riau Airlines Akan Dibekukan
Gambus Jawa
UNDP: Ingatkan Pemerintah Soal Pemekaran Daerah Otonom
Gedung DPR diancam Bom

<< November,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data