Pertemuan Bali Menjadi Penentu Masa Depan Dunia
Rabu, 14 November 2007 | 19:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Koordinator Pelayanan Informasi Konvensi PBB untuk Kerangka Perubahan Iklim, Kevin Grose mengatakan Konferensi Perubahan Iklim di Bali akan menjadi penentu kelangsungan ekonomi, sosial, budaya dan masa depan negara-negara di dunia.
"Bila suhu udara meningkat dua derajat dari sebelum revolusi industri, permukaan laut akan meningkat, negara-negara di afrika akan mengalami desertifikasi (tanah yang menjadi padang pasir)," ujarnya pada wartawan pada media briefing di Jakarta, Rabu (14/11).
Ia mengatakan pertemuan tersebut akan menjadi negosiasi berbagai negara. Pada pertemuan tersebut. kata dia, akan dibahas Proyek pendanaan baru, REDD (Reducing Emissions from Deforestation in Development Countries), Teknologi transfer, Mekanisme pembangunan bersih dan program mitigasi dan adaptasi di masing-masing negara.
Ia menambahkan pertemuan tersebut akan menjadi langkah awal terbentuknya protokol baru setelah selesainya protokol Kyoto di tahun 2012. Protokol Kyoto berisi komitmen negara-negara industri untuk menurunkan emisi gas rumah kaca penyebab pemanasan global menjadi lima puluh persen dari jumlah yang ada di tahun 1992, Amerika Serikat yang merupakan penghasil sepertiga emisi gas rumah kaca dunia bersama Australia tidak ikut menandatangani Protokol Kyoto.
Selain itu, pertemuan di Bali akan mengadakan empat pertemuan lainnya, yaitu pertemuan Subsidiary Body for Scientific and Technological Advice, Subsidiary Body for Implementation dan Ad Hoc Working Group on Fyrther Commitments for Annex 1 Parties under the Kyoto Protokol.
Amandra Mustika Megarani





