|
Pemerintah Malaysia Dinilai Kurang Manusiawi
Jum'at, 16 November 2007 | 17:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dianiaya di Malaysia karena pemerintah Malaysia kurang menghargai hak asasi manusia.
"Perlu pimpinan yang punya rasa kemanusiaan," katanya usai bertemu Ketua Dewan Perwakilan Daerah Ginanjar Kartasasmita di Gedung DPR, Jumat (16/11).
Tetap maraknya kasus penganiyaan TKI di negeri jiran tersebut, ia menambahkan, karena sikap angkuh para elite politik di sana. Sikap tersebut, lanjutnya, "Tidak mencerminkan masyarakat Malaysia."
Keangkuhan sikap elite Malaysia, kata dia, tercermin dari tidak adanya kebebasan media di negeri itu. Infromasi disaring pemerintah dan masyarakat terkungkung oleh berita-berita pemerintah. "Di Malaysia, wartawan takut foto bersama saya," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, pemerintah Malaysia juga kerap menyebarkan persepsi keliru tentang demokrasi di Indonesia. Demokrasi di Indonesia, kata dia, diidentikkan dengan aksi pembakaran. "Gambaran negatif itu yang ditanamkan," katanya. Dwi Riyanto Agustiar
INDEKS BERITA LAINNYA :
|