Indonesia Usulkan OPEC Bantu Pendidikan dan Kehutanan

Sabtu, 17 November 2007 | 22:32 WIB

TEMPO Interaktif, Riyadh: Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi sekitar pukul 16.00 waktu setempat menyambut sendiri kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta rombongan yang tiba di Riyadh untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) III.

Kalla menggunakan pesawat khusus BJL-600 milik Premiair yang berkapasitas hanya 11 penumpang. Ikut dalam rombongan itu diantaranya utusan khusus Presiden urusan Timur Tengah Alwi Shihab dan Kepala Badan Kepala Penanaman Modal M.Lutfi, dan Sekretaris Wakil Presiden Tursandi Alwi.

Di Pangkalan Udara, Wakil Presiden sempat berbicara dengan Raja Abdullah bin Abdulaziz, yang menjadi tuan rumah pertemuan ketiga para pemimpin OPEC setelah
KTT di Aljazair pada 1975 dan Venezuela pada 2000, sekitar 10 menit di ruang VVIP.

Seusai diterima Raja Abdullah bin Abdulaziz, Kalla dan rombongan langsung menuju Royal Guest House, di kawasan elit Nashriyah, Riyadh. Di tempatnya menginap bersama para kepala negara anggota OPEC itu, Kalla menerima
penjelasan dari Menteri Purnomo Yusgiantoro, Dirjen Multilateral Deplu Rezlan Ishar Jenie dan Gubernur OPEC Indonesia Maizar Rahman, yang didampingi Dubes RI di Arab Saudi Salim Segaf Aljufri.

Dalam KTT yang dijadwalkan besok, Kalla dijadwalkan menghadiri acara persidangan tertutup dan akan menjadi pembicara ketiga setelah Angola dan Ekuador. Kalla akan mendesak negara kaya minyak membantu pendidikan dan konservasi hutan.

"Kita mengusulkan agar negara penghasil minyak yang kayaraya ini membantu negara-negara yang kesulitan," kata Kalla per telepon kepada para wartawan saat transit di Dubai, Uni Emirat Arab.

Kalla mengatakan, "Kalau semakin banyak minyak diproduksi, kan menghasilkan emisi gas buang tinggi dan bisa merusak lingkungan, terutama hutan. Maka, wajar jika kita minta kompensasi pada negara kaya produsen minyak itu."

KTT sendiri akan ditutup besok sore dan Kalla langsung bertolak ke tanah air lewat Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.

WMU

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: