Status Gunung Merapi Kembali Normal

Minggu, 18 November 2007 | 11:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Status Gunung Merapi kembali mengalami penurunan. Setelah tiga bulan lalu dinyatakan berstatus waspada, dari status siaga sebelumnya, kini Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Jogjakarta menyatakan gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta itu kembali pada status normal aktif.

Perubahan status Merapi disampaikan BPPTK Jogjakarta kepada sejumlah daerah yang wilayahnya merupakan bagian dari gunung tersebut, seperti Kabupaten Klaten. Menurut Sekretaris Satuan Pelaksanan Penanganan Bencana Kabupaten Klaten, Eko Medi Sukasto, turunnya status Merapi tersebut sudah sejak sepekan terakhir ini.

"Meski statusnya normal namun BPPTK tetap meminta warga di sekitar Merapi tetap waspada, terutama potensi banjir lahar dingin sisa erupsi tahun lalu yang belum semuanya turun," kata Kepala Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Klaten ini.

Eko mengatakan penurunan status Merapi diputuskan BPPTK dalam surat bernomor 524/45/BTK/2007. Disebutkan aktivitas Merapi menurun dilihat dari kuantitas maupun kualitas guguran lavanya. Disebutkan sudah tidak ada lagi lava pijar dengan jarak lebih dari satu kilometer. Selain itu, awan panas atau wedhus gembel juga sudah tidak lagi.
Begitu juga dengan gempa vulkanik dangkal maupun dalam. Gempa multiphase terjadi fluktuatif dengan kecenderungan menurun. Selain itu, pengukuran gas SO2 juga menunjukkan gejala normal," kata Eko membacakan surat dari BPPTK tersebut.

Menurut Eko, meski Merapi kembali normal namun BPPTK menyebut ancaman lain yang harus diwaspadai penduduk. Bahkan BPPTK, kata Eko, meminta agar para penambang pasir di Kali Woro yang merupakan daerah aliran lahar dingin menghentikan aktivitasnya begitu ada tanda-tanda terjadi hujan di kawasan puncak Merapi. imron rosyid






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: