Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Wapres: Negara Berkembang Terjepit Harga Minyak
Minggu, 18 November 2007 | 18:54 WIB

TEMPO Interaktif, Riyadh: Wakil Presiden Jusuf Kalla, di depan para pemimpin anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang sedang bertemu di Riyadh, Arab Saudi, kemarin menyatakan negara berkembang makin terjepit oleh melonjaknya harga minyak mentah dunia yang terus melambung.

Seperti dilaporkan wartawan Tempo Wahyu Muryadi dari Riyadh, dalam persidangan sesi tertutup yang berlangsung di King Abdul Azis International Conference Center (KAICC), Riyadh, Kalla menekankan pentingnya stabilitas harga minyak.

Tapi, selain itu, ia mengingatkan soal kesulitan negara berkembang yang tidak menghasilkan minyak. Wakil Presiden mengatakan, "Mereka makin terjepit di tengah melambungnya harga minyak dunia yang kini mendekati 100 dolar per barel."

Dalam pidatonya, Kalla kemudian mengajukan proposal Indonesia untuk meringankan beban negara berkembang tersebut, yakni melalui program Minyak untuk Pendidikan (Oil for Education). "Proposal ini masih sejalan dengan spirit sejak KTT OPEC pertama kali digelar di Aljazair pada tahun 1975," kata Kalla.

Selain mengusulkan program Minyak untuk Pendidikan, Kalla juga mengusulkan program Minyak untuk Hutan (Oil for Forest). Program ini untuk konservasi hutan khususnya di hutan tropis.

Wakil Presiden menambahkan, "Sebagai contoh, komitmen itu harus diwujudkan berupa kontribusi 50 sen dolar dari harga minyak yang diperdagangkan untuk dimasukkan dalam dana abadi bagi perbaikan lingkungan hidup."

Dari Arsip Majalah TEMPO
Ramai-ramai Ganti Posisi | 04 April 2005
Kami akan Membela Mereka Habis-Habisan | 21 Pebruari 2005
Ekonomi Setelah 100 Hari | 14 Pebruari 2005
Saya Bukan Pesaing Presiden | 07 Pebruari 2005
Menjinakkan Oposisi | 31 Januari 2005
Sepasang Pengantin, Dua Karakter | 31 Januari 2005
Menabur Damai Setelah Bencana | 31 Januari 2005
Seumur Jagung yang Mencekam | 31 Januari 2005
Surat Tafsir Arahan Wapres | 24 Januari 2005
Surat itu Tanggung Jawab Saya | 24 Januari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wakil Presiden Jajaki Kerjasama dengan Dubai
Indonesia Usulkan OPEC Bantu Pendidikan dan Kehutanan
Kalla Silaturahmi dengan Warga Sulawesi Selatan
Kalla Orasi di Depan Para Raja Maluku
Kalla Lepas Peserta Jalan Santai HUT Makassar
Kalla : Ekonomi Indonesia Kedepan Harus Disikapi Optimis
Ratusan Saudagar Bugis-Makassar Akan Bertemu
Wapres Pimpin Rapat Di Kantor Pertamina
Wakil Presiden Buka Silaturahmi Pedagang Minang
Golkar Targetkan Raih Suara 30 Persen
> selengkapnya...

Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk111808 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar
Keluarga Sudah Menerima Kabar Sophan Sophian Meninggal
Soetrisno Bachir Keliling Jawa Tengah
Keluarga Masih Menunggu Kabar Meninggalnya Sophan Sophian

<< November,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data