|
200 Waria Aksi Damai di Bundaran Hotel Indonesia
Selasa, 20 November 2007 | 09:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sekitar 200 orang waria dan kelompok lintas gender akan menggelar aksi damai di bundaran Hotel Indonesia, pukul 12.00 siang ini. Mereka memperingati 9 tahun hari transgender internasional.
Koordinator Aksi seklaigus staf kajian dan kampanye Arus Pelangi, Hartoyo mengatakan, aksi yang menamakan diri Arus Pelangi ini menuntut empat poin utama. Yaitu, menghapuskan produk hukum yang mengkriminalisasi kelompok lintas gender (waria, gay dan lesbi), mendukung pembukaan lapangan pekerjaan bagi kelompok lintas gender.
Menghentikan segala bentuk kekerasan oleh trantib kepada waria, memberikan hak-hak kemanusiaan yang layak sesuai ditentukan ECOSOC (Economic And Social Council) serta pemberlakuan hak sipil dan politik yang sederajat bagi kelompok lintas gender.
"Selama ini ada perda-perda yang menganggap kelompok lintas gender adalah bagian dari kriminalisasi," ujar Hartoyo kepada Tempo via telepon. Seperti dua perda di kota Palembang yang mengelompokkan waria dalam golongan pelacur dan menentang kesusilaan.
Hari lintas gender mulai diperingati tahun 1998 setelah terjadinya kematian seorang waria aktivis sosial bernama Rita asal New Jersey Amerika Serikat. Kematian Rita diduga akibat pembunuhan. Menurut Hartoyo, Rita merupakan salah seorang pejuang hak-hak waria internasional. Hingga saat ini belum diketahui apa alasan dibalik pembunuhan Rita.
Cheta Nilawaty
INDEKS BERITA LAINNYA :
|