Sukoharjo Sediakan Rp 1,3 Miliar untuk Berantas Buta Huruf
Rabu, 21 November 2007 | 21:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyediakan dana sebesar Rp 1,3 miliar lebih pada tahun anggaran 2008 mendatang untuk penuntasan buta aksara. Pengalokasian dana sebesar itu dipergunakan untuk pembinaan dan pemantauan terhadap 5.307 warga belajar yang sudah dinyatakan melek aksara sejak tahun 2006 lalu.
?Meski sudah dinyatakan tuntas buta aksara atau melek huruf 100 persen, namun pemkab terus melakukan pembinaan dan pemantauan. Hal tersebut ditujukan agar warga yang semula buta huruf itu tidak lupa lagi baca tulis," kata juru bicara Pemerintahan Sukoharjo Bambang Margo Pramano, Rabu (21/11)
Menurut Bambang, separuh dari dana sebesar itu merupakan bantuan dari APBN. Sementara APBD Kabupaten Sukoharjo hanya mengalokasi sebesar 20 persen karena yang 30 persen berasal dari APBD Propinsi. Dia mengatakan tahun ini, Sukoharjo dinyatakan bebas buta aksara 100 persen.
"Sukoharjo menjadi kabupaten penuntasan buta aksara terbaik di Jawa Tengah," ujarnya. Bupati Bambang Riyanto, Rabu (21/11) menerima penghargaan atas prestasinya tersebut dari Gubernur Jawa Tengah di Wonosobo pada saat peringatan Hari Aksara Internasional ke-42.
Program penuntasan buta aksara di Sukoharjo dilakukan dengan tim koordinasi pelaksana percepatan penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun dan pemberantasan buta aksara. Pemerintah setempat juga membentuk sekretariat tim koordinasi percepatan penuntasan wajib belajar.
?Pendataan penduduk buta aksara dimulai dari tingkat RT sampai kecamatan dengan metode pendataan langusng 'by name by address. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan tiga kali dalam satu minggunya dan berlangsung selama enam bulan," jelas Bambang.
Dari pendataan yang dilakukan, pada 2006 lalu diketahui terdapat 5.307 warga yang masih buta aksara. Sebanyak 3.007 warga belajar usia 14 tahun hingga 44 tahun sudah dinyatakan bebas buta aksara pada tahun lalu. Sisanya, 2.300 warga belajar usia 45 hingga 55 tahun diselesaikan tahun ini. imron rosyid





