Golkar Akan Saring Calon Presiden Lewat Survei
Jum'at, 23 November 2007 | 21:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Partai Golkar memastikan akan meningalkan mekanisme konvensi sebagai cara untuk menyaring calon presiden yang akan mereka ajukan pada pemilihan umum 2009. Sebagai gantinya, Golkar akan menyelenggarakan survei untuk mendengarkan pendapat publik terhadap para jago yang akan disokong partai terbesar ini.
“Survei akan dilakukan sebelum pemilu legislatif,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golkar Syamsul Mu'arif dalam jumpa pers di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional III partai itu di Hotel Borobudur, Jumat (23/11).
Nama-nama yang terjaring melalui survei itulah yang nantinya akan dibawa ke rapat pimpinan khusus untuk ditetapkan sebagai calon presiden pilihan partai. “Tiga hingga lima nama terbaik akan ditetapkan,” kata Syamsul.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Soemarsono menjelaskan, melalui survei itu Golkar akan mengajukan pertanyaan terbuka tentang siapa calon presiden yang diinginkan rakyat. Di samping itu, survei juga akan dilakukan terhadap nama-nama yang diajukan oleh para dewan pengurus di daerah. “Bisa dari kader Golkar maupun kelompok independen seperti tokoh cendekiawan,” katanya.
Soemarsono menambahkan, ada kemungkinan pada 2009 nanti Golkar tidak akan mengajukan Ketua Umum Jusuf Kalla sebagai calon presiden. Skenario lainnya, Golkar hanya akan mengajukan calon wakil presiden. “Keputusan itu ditetapkan dengan memperhatikan hasil survei," katanya. “Survei juga akan dilakukan terhadap Pak Akbar Tanjung, untuk melihat potretnya di masyarakat.”
Dalam pembukaan rapat pimpinan ini sehari sebelumnya, Jusuf Kalla kembali menegaskan dan meminta partainya untuk meninggalkan sistem konvensi. Ia menilai proses seleksi calon presiden melalui cara ini tidak efektif, memboroskan energi, dan tidak efisien. Kurniasih | Anton Aprianto





