Dua Kader Golkar Dilarang Bersaing Dalam Satu Pilkada
Sabtu, 24 November 2007 | 17:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Calon
kepala daerah dari Partai Golkar dalam setiap pemilihan
tak boleh dari satu agar perolehan suara tak terpecah. Terhadap mereka yang memaksakan diri tetap maju, meski partai telah punya calon, diminta melepas atribut partai.
"Tidak boleh ada dua kader yang ikut dalam pencalonan pilkada," kata Koordinator Komisi Bidang Pemenangan Pemilu Rully Chairul Azwar kepada pers, Sabtu. Kader dan anggota lain, lanjut dia, harus mendukung keputusan itu.
Keputusan siapa yang didukung dalam pencalonan, kata dia, akan dilakukan melalui survey. "Nanti diambil tiga hingga lima nama dan dibawa dalam raperda," katanya. Hasilnya dilaporkan kepada DPP untuk ditetapkan calonnya. Mekanisme ini untuk mencari potensi kader daerah dan melaksanaknan demokratisasi.
Sedangkan kader yang tidak terpilih, dia melanjutkan, bisa maju dengan dukungan dari partai lain atau perseorangan. "Namun, dia maju dalam kapasitas pribadi dan menanggalkan atribut partai Golkar," katanya. Konsekuensi jika memangku jabatan struktural, harus ditanggalkan. Eko Ari Wibowo





