WALHI: UNFCC Hanya Arena Perdagangan Karbon

Minggu, 25 November 2007 | 08:46 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi)--lembaga swadaya masyarakat di bidang pelestarian lingkungan--menilai, konferensi internasional mengenai perubahan iklim di Nusa Dua, Bali, 3-14 Desember mendatang hanya akan menjadi arena perdagangan karbon.

Koordinator Subtansi Perubahan Iklim Walhi, Torry Kuswardono mengatakan,
acara United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) itu diharapkan akan menjadi ajang untuk menyelamatkan bumi dari pemanasan global.

Namun, kata dia, UNFCCC tidak mungkin menghasilkan mandat baru untuk menekan negara-negara maju menurunkan emisi gas beracunnya. ”Pertarungannya hanya di sekitar jual beli karbon,” tegasnya, Minggu (25/11) dalam workshop peliputan UNFCCC yang diadakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, WALHI Bali, dan Sloka Institute.

Amerika Serikat sebagai negara penghasil emisi terbesar, menurut dia, bahkan sudah terlihat membangun jaringan tersendiri di luar UNFCCC untuk menghindari kewajiban menurunkan emisinya. Termasuk dengan mengundang Indonesia bersama negara-negara pemilik hutan tropis yang tergabung dalam Forest 11. Amerika mengajak negara-negara ini menerima tawaran untuk memperoleh keuntungan dengan menjadikan hutannya sebagai penyerap karbon.

l Rofiqi Hasan






Komentar Anda

Kirim