Golkar Desak Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM
Minggu, 25 November 2007 | 21:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Partai Golkar mendesak pemerintah untuk tidak menaikkan harga minya dalam negeri, menyusul terus melambungnya harga minyak mentah di pasaran dunia. Desakan ini merupakan salah satu pernyataan politik yang disampaikan partai terbesar itu sebagai hasil Rapat Pimpinan Nasional III di Jakarta yang ditutup Ahad malam ini (25/11).
Selain masalah minyak, Golkar meminta agar pemerintah menjatuhkan sanksi hukum yang tegas dan keras terhadap para pelaku pembalakan liar, pertambagan ilegal, dan para pencuri ikar di perairan kita, yang terbukti telah merusak lingkungan dalam waktu yang sangat panjang.
Pemerintah juga diharapkan untuk melakukan terus mengevaluasi pelaksanaan kontrak karya dan bagi hasil tambang. Dalam hal ketenagakerjaan, partai ini mendesak pemerintah menciptakan lapangan kerja dan memperkuat sektor pertanian. Sebab, mereka meyakini sektor pertanian adalah sumber kemakmuran sekaligus sumber lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia yang agraris.
Dengan begitu, pemerintah harus mulai memperbanyak penyediaan bibit, pengadaan pupuk dan pengembangan teknologi, serta mempermudah akses terhadap modal kepada petani.
Di sektor perbankan, Golkar mendesak pemerintah agar pemerintah tidak terlalu terpaku untuk memperbesar suku bunga. Karena, menurut Golkar, pemerintah harus benar menggulirkan pertumbuhan ekonomi di sektor riil dengan menyalurkan kredit perbankan kepada rakyat.
Di bidang politik dan demokrasi, Golkar menekankan untuk mengembangkan demokrasi yang berwajah damai, sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, berkaitan dengan pemilu dan pilkada, sebagai salah satu perwujudan demokrasi, Golkar mendesak pemerintah menyederhanakan sistem dan agenda, agar lebih efisien serta menjamin terbentuknya pemerintahan yang efektif dan stabil.
Dalam bidang hukum, Golkar mempertegas komitmennya untuk mendukung pemberantasan korupsi yang adil tanpa tebang pilih.
Partai Golkar secara khusus memasukkan masalah pendidikan ke dalam salah satu butir pernyataan politiknya, yakni dengan mendesak pemerintah agar meningkatkan anggaran pendidikan secara terus menerus hingga sesuai dengan amanat UUD 1945.
Dalam pernyataan politik yang berjumlah sepuluh poin ini, Partai Golkar menegaskan komitmen untuk tetap konsisten mendukung secara kritis, obyektif dan proporsional terhadap pemerintahan Yudhoyono-Kalla.
Rapat pimpinan ketiga, sekaligus ulang tahun ke 43 Partai Golkar ditutup di Arena Pekan Raya Jakarta di Kemayoran. Acara dihadiri oleh Presiden Yudhoyono, Wakil Presiden yang juga Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, para menteri lain serta para duta besar negara sahabat dan ratusan kader Golkar. Titis Setyaningtyas





