2,6 Miliar Manusia Terkena Dampak Perubahan Iklim
Selasa, 27 November 2007 | 19:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 2,6 miliar manusia di seluruh dunia akan terkena dampak langsung perubahan iklim. Mereka adalah kaum miskin dengan biaya hidup kurang dari US$ 2 perhari yang terancam kekurangan gizi, kelangkaan air, ancaman lingkungan dan kehilangan nafkah.
Dalam laporan Human Development 2007/2008 yang dikeluarkan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) disebutkan pemanasan global akan membuat sistem kehidupan yang telah dibangun hancur perlahan-lahan.
Pemanasan global akan membuat hancur sistem pertanian akibat kemarau, peningkatan suhu dan dan curah hujan. Akibatnya, 600 juta manusia akan menghadapi kekurangan gizi. Daerah kering di Afrika sub Sahara, akan mengalami penurunan produktivitas lahan sampai 26 persen pada 2060.
Sebanyak 1,8 miliar manusia akan menghadapi kesulitan air menjelang 2080. Sementara wilayah luas di Asia Selatan dan Cina Utara akan mengadapi krisis lingkungan akibat mancairnya gletser dan berubahnya pola curah hujan.
Selain itu, sebanyak 332 juta manusia dari wilayah pesisir dan ketinggian rendah akan bermigrasi. Lebih dari 70 juta orang Bangladesh, 22 juta orang Vietnam, dan 6 juta orang Mesir akan menjadi korban banjir. Dan 400 juta orang lainnya akan menghadapi resiko malaria akibat perubahan iklim.
Direktur UNDP untuk Indoensia, Hakan Bjorkman mengatakan, menjelang pertemuan di Bali Desember mendatang, UNDP akan meminta dunia fokus pada dampak perubahan iklim pada bidang pengentasan kemiskinan, gizi, kesehatan, dan pendidikan.
“Indonesia akan mengalami hal serupa, terutama pada kaum miskin yang akan terkena dampak langsung akibat keterbatasan ekonomi dan ketidaktahuan informasi untuk melakukan adaptasi,” katanya di sela peluncuran Human Develompent Report 2007/2008 di Hotel Aryaduta, Selasa (27/11). Ninin Damayanti





