Pemerintah Masih Menunggu Notifikasi dari Taiwan

Kamis, 29 November 2007 | 10:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Perlindungan dan Bantuan Hukum Warga Negara Indonesia Teguh Wardoyo mengatakan, pemerintah masih menunggu notifikasi dari pemerintah Taiwan sehubungan dengan dugaan tewasnya 26 anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia dalam Badai di Pantai Utara Taiwan. "Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah Taiwan dan menunggu notifikasi mereka," ujar Teguh kepada Tempo, Kamis (29/11).

Ia mengatakan pihak Departemen Luar Negeri baru mendengar kabar kecelakaan yang terjadi pada Rabu lalu (27/11) tersebut pagi ini. "Kami masih belum tahu kebenaran kabar tersebut, namun sudah menghubungi pemerintah Taiwan," ujarnya.

Teguh mengatakan saat ini pihaknya menunggu notifikasi tersebut melalui Kantor Perwakilan Dagang Indonesia di Taiwan. "Kita tidak memiliki Kedubes disana," katanya.

Setelah pemerintah Taiwan melakukan upaya penyelamatan, identifikasi, dan dokumentasi, kata dia, pihaknya baru dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

Kantor Berita AFP melaporkan kapal berbendera Panama yang belum diketahui namanya itu mengangkut bijih besi dari Indonesia dengan membawa 26 pelaut berkwarganegaraan Indonesia. Aparat penjaga pantai Taiwan saat ini meluncurkan pencarian besar-besaran lewat laut dan udara, setelah menerima signal terakhir dari kapal nahas tersebut pada Rabu (27/11).

Salah satu pelaut yang berhasil diselamatkan mengaku pada penjaga pantai bahwa kapalnya oleng dan tenggelam setelah lima menit sebelumnya terhantam gelombang. Limpahan air dahsyat itu menerpa kapal serta kemudian memasuki kabin-kabin. Korban selamat yang lantas menceritakan kesaksiannya pada penjaga pantai Taiwan itu mengaku berada di dek kapal saat dihantam badai, sebelum kemudian ia terlempar ke laut.

Kapal nahas tersebut sedang menuju Tianjin, Cina ketika kecelakaan tersebut berlangsung.

amandra mustika megarani






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: