close

Muladi Bantah Syafrie Syamsudin Terlibat Peritiwa Mei 1998

Kamis, 29 November 2007 | 22:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Muladi meminta semua pihak tidak menyudutkan Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin dengan mengait-ngaitkan namanya dengan tragedi Mei 1998. "Secara yuridis dia tidak terbukti," katanya dalam jumpa pers di rumahnya, Kamis malam (29/11).

Syafrie Syamsudin disebut-sebut akan dipromosikan menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Djoko Santoso yang telah ditunjuk Presiden menjadi Panglima TNI. Selain Syafrie, Wakil KSAD Kornel Simbolon, Komandan Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat Bambang Darmono, Kepala Staf Umum TNI Erwin Sudjono, serta Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat George Toisutta juga disebut-sebut akan menjadi calon Kepala Staf Angkatan Darat.

Syafrie Syamsudin, Muladi menambahkan, diduga oleh Komisi Hak Asasi Manusia bertanggung jawab pada tragedi Mei 1998 karena saat itu ia menjabat Panglima Kodam Jaya. Syafrie dinilai membiarkan tragedi Mei 1998 terjadi tanpa ada upaya pencegahan. "Sebagai Pangdam, ia dianggap membiarkan peristiwa tersebut," katanya.

Namun hingga saat ini, tambahnya, belum ada pihak yang bisa membuktikan keterlibatan Syafrie dalam peristiwa yang diduga melahirkan pelanggaran hak asasi manusia berat tersebut. "Hingga hari ini sulit dibuktikan," katanya.

Kalaupun ada pelanggaran, lanjutnya, itu adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, pembunuhan, pemerkosaan, serta pelecehan. Tapi belum sampai pada tahap pelanggaran HAM berat.

Syarat ditetapkan adanya pelanggaran berat, kata dia, harus melalui rekomendasi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "DPR belum merekomendasikan itu," katanya.

Mengenai siapa calon terkuat yang akan menjadi Kepala Staf Angkatan Darat, ia mengatakan calon-calon yang ada saat ini sama kuatnya. "Semuanya layak," katanya. Dwi Riyanto Agustiar

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan