|
Pemilihan KSAD Diminta Bukan Pertimbangan Politis
Sabtu, 01 Desember 2007 | 10:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PDI Perjuangan sebagai partai oposisi mengingatkan Presiden Susilo Bambang Yudoyono mengesampingkan pertimbangan politis dalam memilih calon KSAD yang baru.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR, Tjahjo Kumolo, mengatakan KSAD haruslah dipegang seorang yang memiliki prestasi dan karier jabatannya paling lengkap.
"Penentuan KSAD memang berada di tangan Presiden, tetapi Presiden harus mempertimbangkan prasyarat utama seorang KSAD, yakni berprestasi, lengkap karier jabatannya, seperti penguasaan teritorial, operasi dan intelijen," katanya, Sabtu (1/12).
Tjahjo mengatakan memimpin TNI AD tidak mudah, karena selain memiliki pasukan terbesar, lebih banyak dibandingkan TNI AU dan TNI AL, Angkatan Darat merupakan angkatan yang memiliki kemampuan paling lengkap. TNI AD menguasai intelijen, operasional dan kemampuan tempur khusus. "Karena itu pertimbangannya harus profesional bukan politis," kata dia.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin memanggil Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Djoko Santoso. Pemanggilan itu terkait rencana pergantian Panglima TNI. Presiden telah mengirim nama KSAD Jenderal Djoko Santoso sebagai calon Panglima TNI menggantikan Djoko Suyanto.
Dengan dipilihnya Djoko Santoso untuk menjadi panglima, otomatis jabatan KSAD akan kosong. Enam perwira TNI AD yang berpangkat Letnan Jenderal berpeluang untuk menjadi orang nomor satu di Angkatan Darat.
Menurut Tjahjo, tiga perwira yang berpeluang untuk menjadi KSAD, yakni Sekretaris Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Agustadi Sasongko, Sekretaris Jendral Departemen Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kasum TNI Erwin Sudjono. "Mereka sudah dipanggil Presiden," ujarnya.
Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|