Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ibu Negara Ingatkan Penebangan Hutan Secara Liar Merusak Lingkungan
Sabtu, 01 Desember 2007 | 20:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Selain Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Negara Ani Yudhoyono pun mengingatkan bahwa penebangan hutan secara liar untuk meningkatkan ekonomi industri akan merusak lingkungan.

“Fenomena perubahan iklim global merupakan hasil perbuatan manusia sendiri sebagai dampak mengejar pertumbuhan yang telah merusak lingkungan tanpa upaya memulihkannya,” kata Ani saat memberi sambutan dalam acara gerakan perempuan menanam 10 juta pohon di Bumi perkemahan Cibubur, Sabtu (1/12).

Pengrusakan lingkungan ini, kata Ani, menaikkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, yang mengakibatkan meningkatnya suhu bumi rata-rata 2 derajat Celcius lebih tinggi dari jaman pra industri. Indonesia, lanjut Ani, mengalami peningkatan suhu udara sebesar 0,3 derajat Celcius sejak tahun 1990. Suhu tertinggi dicapai pada 1998.

Hal ini, kata Ani, menjadi lebih buruk lagi karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada di khatulistiwa. “Sehingga rentan terhadap berbagai bencana alam yang disebabkan pemanasan global,” kata Ani.

Kepadatan penduduk, pesatnya industri dan teknologi, dan pemanfaatan energi secara berlebihan menambah kerusakan lingkungan ini. “Setiap individu mempunyai kontribusi sebagai penyebab masalah pemanasan bumi,” kata Ani.

Perubahan iklim, kata Ani, membuat suhu meningkat, gelombang laut menjadi tinggi, terjadi angin puting beliung, dan hujan deras. “Dampak perubahan lingkungan telah membuat jutaan manusia menderita,” kata Ani.

Karenanya, lanjut Ani, seluruh manusia memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan lingkungan. “Tidak semua manusia peduli dan ikut memelihara. Bahkan sebagian hanya bisa masuk dan merusak untuk keuntungan pribadi semata.” kata dia.

Dalam kesempatan sama, Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban mengatakan bahwa bebannya sebagai Menteri Kehutanan bertambah ringan dengan peran perempuan menanam pohon ini.

Target penanaman hutan pada kabinet ini adalah 5 juta hektar. Target ini, kata Kaban, dapat tercapai pada 2009. “Karena 13 juta pohon (total pohon yang ditanam) identik dengan 26 ribu hektar yang kami tanam dalam satu saat yang sama,” kata Kaban saat memberikan sambutan. Ketika pohon-pohon yang saat ini ditanam berusia 6-7 tahun, maka setiap hektarnya akan mampu menyerap karbon sebesar 200 ton. Fanny Febiana

Dari Arsip Majalah TEMPO
Adat Papua Tidak Sama dengan Wilayah Lain | 11 April 2005
Aparat Terlibat Pembalakan Liar | 11 April 2005
Berseteru Hutan Warisan di Papua | 11 April 2005
Bara Api di Sekitar Merbau | 28 Maret 2005
Kejahatan di Hutan Kita | 28 Pebruari 2005
Segunung Perkara, Sedikit Sidang | 28 Pebruari 2005
Terseret Permainan Cukong  | 28 Pebruari 2005
Kisah Merbau yang Pergi Jauh | 28 Pebruari 2005
Hutan Menjerit di Enggano  | 29 Desember 1998
Muslimin Nasution:  | 22 Desember 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kepemilikan Hutan Masyarakat Indonesia Terancam
Tokoh Riau Dukung Kehadiran Greenpeace
Hutan Lindung Riau Porak-Poranda
Petugas Musnahkan 200 Ribu Batang Kayu Sitaan
Kalimantan Tengah Meminta Helikopter
Jalur Pendakian Gunung Lawu Dijaga Ketat
Menteri Kaban Temui Kapolri
Ratusan Hektar Cagar Alam Gunung Wilis Dirambah
Perhutani Surakarta Rugi 300 juta akibat penjarahan
245 Ribu Hektare Hutan Sulawesi Barat Kritis
> selengkapnya...

Referensi

Rugi Lebih dari Seribu Triliun
Hak-hak Masyarakat Adat dan Masalah serta Kelestarian Lingkungan Hidup di Indonesia
PP RI No.30 Thn.2003 Tentang Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani)
UU RI No.27 Thn.2003 Tentang Panas Bumi
Keppres RI No. 80 Tahun 1999 Tentang Pedoman Umum Perencanaan dan Pengelolaan Kawasan Pengembangan Lahan Gambut di Kalteng
> selengkapnya...

Website

Illegal Logging Response Center
Departemen Kehutanan
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI)
Berita Bumi
Situs Forest Watch Indonesia
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk112709 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

13.329 Pejabat Fungsional Kabupaten Malang Belum Terima Rapelan
Jumlah Orang Miskin Penderita Sakit Ginjal Bertambah
Polisi Segel Rumah Keluarga Yang Dibantai
Wakil Bupati Ciamis Diberhentikan
Tentara Aniaya Wartawan

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data