Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jusuf Kalla Ajari Kadernya Kampanye
Minggu, 02 Desember 2007 | 16:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Jusuf Kalla hari ini memberi arahan kepada para fungsionaris Partai Golkar di Jawa Tengah agar bisa menang dalam Pemilihan Gubernur di Provinsi tersebut.

Kalla berpesan agar dalam kampanye pemilihan gubernur Jawa Tengah yang digelar pada 22 Juni mendatang bisa dilakukan secara santun. ?Rakyat tidak suka dengan orang egois atau membanggakan diri,? kata Kalla di hadapan para fungsionaris Partai Golkar se-jawa Tengah di Semarang, Ahad (2/12).

Kalla kemudian menyindir tidak efektifnya jargon kampanye yang dilakukan Amien Rais dalam Pilpres 2004 lalu yang menggunakan kalimat: ?Amien Rais for President?.

Kata-kata ini, kata Kalla, tidak bisa diterima masyarakat karena terlalu elitis dan terlalu kebarat-baratan (westernisasi). Padahal, kata Kalla, rakyat menginginkan sesuatu yang wajar dan pantas-pantas saja.

Partai Golkar adalah satu-satunya partai yang sudah memutuskan calon gubernur beserta wakil gubernurnya. Partai terbesar kedua di Jawa Tengah ini akan mengusung Ketua DPD Jawa Tengah Bambang Sadono dan Ketua NU Jawa Tengah Muhammad Adnan.

Kalla mengatakan, dalam Pilkada yang diperhatikan para pemilih adalah figur. Kalla mengatakan, kalau yang maju figur incumbent maka materi kampanyenya adalah: ?Saya telah...?, tapi kalau yang maju adalah figur baru maka kampanyennya adalah: Saya akan, saya akan.....?.

Kalla mengatakan, dalam pilkada tahun ini banyak Golkar yang mengalami kekalahan, terutama untuk Pilkada gubernur. Hal ini, kata Kalla, dikarenakan teralalu banyak berhitung dengan kekuatan partai. ?Padahal, dalam Pilkada yang terpenting adalah figur?.

Kalla mencontohkan, dalam Pemilihan Presiden 2004 lalu sebenarnya pasangan SBY JK secara itungan dukungan partai akan kalah. ?Kami hanya didukung dengan partai dengan 10 persen suara, tapi kenyataannya kami bisa menang 60 persen lebih,? katanya. Hal ini, kata Kalla, rakyat menginginkan figur baru dan ingin kondisi dan situasnya menjadi lebi baik. ?Maka jargannonya saat itu adalah perubahan dan bersama kita bisa,? kata Kalla.

Kalla juga berpesan agar para pengurus Golkar di Jawa Tengah bisa mengkalkulasikan antara waktu latihan dengan waktu pertandingan dalam pemilihan gubernur. ?Seperti main sepakbola, kalau pertandingan belum dimulai jangan banyak mengeluarkan energi karena pada saat pertandingan dimulai maka energinya akan habis,? kata Kalla.

Kalla mengatakan, antara kampanye Pilkada dan kampanye pemilihan legislatif. ?Pemilu legislatif yang diberhatikan adalah partainya, tapi kalau Pilkada yang diperhatikan adalah figur, baru kemudian partainya,? kata Kalla.

Setelah memberi arahan kepada para fungsionaris Golkar se-Jawa Tengah, Kalla juga memberi arahan kepada para fungsionaris dan para kiai Nahdlatul Ulama se-Jawa Tengah. Rofiuddin | Sohirin


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk112728 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data