|
Kasus Balibo:
Presiden Ramos Horta Minta Indonesia Bertangungjawab
Senin, 03 Desember 2007 | 12:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta Minggu kemarin mendesak Republik Indonesia untuk meminta maaf dan bertangungjawab atas terbunuhnya enam wartawan asing di Balibo, Timor-Timur, pada 1975.
Meski Departemen Luar Negeri Indonesia mengatakan kasus tersebut merupakan kasus yang sudah lama ditutup, namun, menurut Horta, Pemerintah baru Indonesia pimpinan
Presiden Susilo Bambang Yudoyhono punya tangungjawab sepenuhnya untuk mendesak para pelaku pembunuhan terutama anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk
bertangungjawab.
Sepengetahuan Horta bukan hanya lima wartawan asing yang terbunuh, tetapi enam wartawan. Yakni, lima wartawan berkebangsan Inggris, Australia, dan Selandia Baru terbunuh pada bulan Oktober, di Balibo, sedangkan satu wartawan terbunuh pada 7 Desember 1975 di Dili.
?Terbunuhnya enam Wartawan asing di Timor Leste bukan wartawan biasa, mereke unik dan terkenal. Mereka bukan mati sembarangan, tapi mati terbunuh karena merekam
kejadian realitas di negeri ini, pada 1975,?ujar Horta kepada Tempo kemarin di Gedung Matahari Terbit, di Dili.
Dengan tindakan separatis TNI itu, Presiden Horta meminta Pemerintah Indonesia baru pimpinan SBY mengakui kesalahan dan bertangungjawab. JOSE SARITO AMARAL (DILI)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|