Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sebagian Koleksi Museum Radya Pustaka Diduga Palsu
Selasa, 04 Desember 2007 | 10:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) menemukan adanya sejumlah koleksi di museum tersebut yang merupakan benda tiruan. Penemuan tersebut diketaui setelah Tim Inventarisasi bentukan Pemerintah Kota Solo menyelesaikan pendataan ulang koleksi museum.

Koleksi tiruan atau dipalsukan itu sebagian besar adalah yang terbuat dari perunggu dan keramik. "Koleksi itu di luar 11 benda yang sudah dilaporkan ke polisi," kata Zaimull Azzah, Ketua Tim Inventarisasi Koleksi Museum Radya Pustaka, Selasa (4/12)

Azzah menolak untuk menyebutkan temuan-temuan baru tersebut. Dia mengatakan pemeriksaan terhadap koleksi museum memang sudah diselesaikan Senin (3/12) kemarin namun untuk membuat kesimpulan masih harus dilakukan analisis dengan sub tim lain seperti tim arkeolog, etnografi, numismatik, sejarah, teknologi dan lain sebagainya.

"Begitu selesai semuanya, kami akan melaporkan temuan-temuan itu ke Pemerintah Kota Solo yang menugasi kami dan melaporkan ke polisi untuk penemuan koleksi palsu," ujarnya.

Pemalsuan koleksi museum menjadi modus baru pencurian benda bersejarah setelah terbongkarnya lima arca tiruan di Museum Radya Pustaka Solo. Lima arca kuno yang berasal dari masa Hindu Klasik diganti oleh Kepala Museum Radya Pustaka KRH Darmohadipuro dengan arca baru yang dipesan dari pemahat batu di Muntilan, Magelang. Darmodipuro kini menjadi tersangka dan ditahan bersama dua pegawainya serta seorang pedagang antik.

Menurut Azzah, selain adanya dugaan sejumlah benda yang dipalsukan berada di museum, tim yang melakukan pendataan ulang sejak 10 hari lalu juga menemukan berbagai benda yang selama ini tidak tercatat. Benda-benda berupa guci, talam perunggu, entong, dan sebagainya ditemukan di bawah lebar arca museum. Ketua Pojka Perlindungan BP3 Jawa Tengah, Lambang Babar Purnomo, benda tersebut asli.

"Masih didalami mengapa benda itu berada di bawah almari, apakah disembunyikan atau saat invetarisasi tahun 1992 terlewatkan," ujarnya. imron rosyid


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk112826 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Emas Pertama Untuk Aceh
Penerimaan Negara Lampaui Target
Polisi Duga Ada Penyimpangan BBM di Jambi
Banjir, Longsor dan Puting Beliung Landa Balikpapan, 2 Tewas
Peringkat idA Minus Buat Trimegah dan Obligasinya

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data