Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Indonesia Target Utama Kampanye Internasional Bebas Rokok
Selasa, 04 Desember 2007 | 12:02 WIB

TEMPO Interaktif, Bangkok:Indonesia dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi target utama kampanye Internasional pengendalian tembakau di kawasan Asia Tenggara. Alasannya, Indonesia merupakan satu-satunya negara di wilayah Asean yang belum meratifikasi Konvensi WHO tentang Pengendalian Rokok (Framework Convention on Tobacco Control /FCTC).

Demikian salah satu rekomendasi pertemuan regional
selama dua hari, sejak kemarin, di Bangkok, Thailand.
Pertemuan itu dihadiri sekitar 80 orang perwakilan
organisasi kesehatan, ahli kesehatan, dan pegiat
pengendalian rokok di kawasan Asean.

“Saat kebanyakan negara telah meratifikasi konvensi
WHO, negara yang belum (meratifikasi) bisa mendapat
tekanan internasional,” kata Burke Fishburn,
Koordinator Regional WHO untuk progam Tobacco Free
Initiative.

Indonesia memang mendapat sorotan khusus peserta
pertemuan. Maklum, saat negara lain terus merancang
berbagai cara melindungi waganya dari bahaya rokok,
Indonesia malah mengeluarkan aturan yang mereka nilai
sangat menguntungkan industri rokok.

Menurut Fishburn, WHO akan terus mendorong negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk menerapkan kebijakan kawasan 100 persen bebas rokok di tempat-tempat umum. Organisasi kesehatan dunia ini juga akan mendukung pengendalian rokok melalui peningkatan pajak dan pembatasan pemasaran.

“Apapun yang terjadi, sebagian orang memang akan terus
nerokok. Tapi, orang yang tidak merokok harus
dilindungi,” kata Fishburn.

Menurt data WHO, di kawasan Asean saat ini ada 124
juta orang dewasa yang merokok. Dari jumlah itu,
sebanyak 46 persenya berada di Indonesia.

Direktur Southeast Asia Tobacco Control Aliance,
Bungon Ritthipakdae, mengatakan selain akan terus
melobi pemerintah dan parlemen, organisasi
internasional akan menyokong kelompok-kelompok
pengendalian rokok di Indonesia.

“Kami menerapkan dua pendekatan sekaligus, menekan
(pemerintah) dan mendukung kelompok pro (pengendalian
rokok),” ujar Bungon.

Meski belum meratifikasi FCTC, Presiden BJ Habibie
telah mengeluarkan peraturan pemerintah yang cukup
ketat soal pengendalian rokok. Peraturan itu,
misalnya, melarang perusahaan rokok beriklan di media
massa, baik cetak maupun elektronik. Beleid itu pun
mewajikan perusahaan rokok mencantumkan kandungan zat
berbahaya dalam kemasan rokoknya.

Namun, di zaman Megawati Soekarnoputri justru mencabut
larangan perusahaan rokok beriklan di media cetak dan
elektronik. Meski peraturan pengganti masih mewajibkan
perusahaan rokok memeriksakan kandungan zat berbahaya
kepada lembaga yang terakreditasi, tapi tidak mengatur teknis pemeriksaan dan batas waktunya. Jajang Jamaludin

Dari Arsip Majalah TEMPO
"Kalau Dia Ubah, Ada Risiko" | 28 Maret 2005
Menunggu Era Koboi Kretek | 21 Maret 2005
Sekali Ngebul, Tetap Ngebul | 21 Maret 2005
Terganjal Cukai | 21 Maret 2005
Berakhir di Dorchester | 21 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 14 Maret 2005
Terapi Bermodal Kemauan | 21 Pebruari 2005
Menuju Jakarta Bebas Rokok | 07 Pebruari 2005
No Smoking City | 07 Pebruari 2005
Bila Denda Rokok Seharga Rumah | 07 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengendalian Rokok di Cirebon Terbaik di Asia Tenggara
Kota Bandung Diminta Lebih Tegas Terapkan Larangan Merokok.
Pfizer Akan Pasarkan Obat Anti Rokok
Komisi Kesehatan Minta BPOM Tertibkan Iklan Rokok
Agung Akui Sulit Tertibkan Rokok di DPR
97 Penduduk Indonesia Terpapar Asap Tembakau di Rumah
Rokok dan Kemiskinan
PT Gudang Garam Rugi Rp 900 Miliar Akibat Rokok Ilegal
Departemen Perindustrian Libatkan Polri dan BIN Berantas Rokok Ilegal
Pemilik Djarum Masuk 10 Besar Terkaya se-Asia Tenggara
> selengkapnya...

Referensi

PP RI No.19 Thn.2003 Tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk112833 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Venus Juara Wimbledon Kelima Kalinya
Pole Position Pertama Kovalainen
Pengendara Motor Tewas Akibat Jatuh Saat Boncengan Berlima
Jusuf Kalla Siap Suntik Dana Kampanye Jagonya di Jawa Timur
Cagub Jatim Tolak Kontrak Politik Penghapusan Sunat Perempuan

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data