Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ambulans Militer akan Dikembalikan ke Negara Asalnya
Rabu, 05 Desember 2007 | 14:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto memerintahkan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Djoko Santoso mengembalikan 35 ambulans militer yang pengadaannya tak sesuai dengan kontrak. "Saya diberi petunjuk Panglima TNI untuk mereekspor," kata Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Djoko Santoso di sela uji kelayakan calon Panglima TNI di gedung MPR/DPR, Rabu (5/12).

Djoko Santoso hari ini (5/12) menjalani uji kelayakan calon Panglima TNI. Marsekal Djoko Suyanto akhir tahun 2007 memasuki masa pensiun. Presiden Yudhoyono merekomendasikan Jenderal Djoko Santoso sebagai calon pengganti Marsekal Djoko Suyanto.

Djoko Santoso mengatakan ambulans yang dikirim berbentuk mobil pick up yang dikaroseri di Indonesia. Dia mengaku tidak tahu persis soal pengadaan ambulans itu. Alasannya pada 19 November 2007 dirinya ke luar negeri. Setelah itu, pada 25 November 2007 dirinya masuk rumah sakit. "Saya tidak informed soal pengadaan ambulans," ujarnya.

Menurut dia, dalam dokumen ambulans tersebut memang terdapat klausul soal karoseri yang dilakukan di Indonesia. Namun, penilaian dan petunjuk Panglima TNI mengharuskan DJoko Santoso mereekspor 35 ambulans itu.

Dia mengatakan tidak akan memesan ambulans dari Indonesia sebagai pengganti kebutuhan ambulan yang diekspor kembali itu. Alasannya, ambulans yang dipesan memang memiliki spesifikasi khusus militer yang tidak bisa dibuat di Indonesia. Sehingga, pick up yang dikembalikan harus diganti dengan ambulans militer. "Itu spec militer 4x4. Baliki. Dan baliknya harus ambulans," katanya.

Anggota Komisi Pertahanan DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Permadi mengatakan mobil pick up bermoncong tidak cocok untuk ambulans. Alasannya, mobil bermoncong tidak efektif untuk masuk ke wilayah rumah sakit. Selain itu, ujarnya, mobil itu pun tergolong berbadan rendah. "Pinck up yang bermoncong dan sangat rendah tidak cocok untuk ambulans. Susah masuk rumah sakit," ujarnya ketika mengajukan pertanyaan dalan uji kelayakan.

Menurut dia, pabrik mobil di Indonesia sudah mampu memproduksi ambulans yang cukup canggih. Sehingga, tidak perlu memesan di luar negeri. "Reeekspor saja. Kembalikan ke negara asalnya," ujarnya. kurniasih budi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk112936 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Polisi Duga Ada Penyimpangan BBM di Jambi
Banjir, Longsor dan Puting Beliung Landa Balikpapan, 2 Tewas
Peringkat idA Minus Buat Trimegah dan Obligasinya
Eksepsi Burhanuddin Abdullah Ditolak
Partai Lolos Verifikasi Tak Punya Pengurus

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data