Kalla Tolak Permintaan Modal Awal LKBN Antara

Rabu, 05 Desember 2007 | 14:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara mengajukan permohonan modal awal dari pemerintah senilai Rp 450 miliar. Dana sebesar itu dibutuhkan untuk melakukan pembenahan perusahaan pasca Antara ditetapkan sebagai Perusahaan Umum (Perum) pada 18 Juli lalu.

Direktur Utama LKBN Antara Ahmad Mukhlis Yusuf menyampaokan hal itu usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Rabu (5/12). Pertemuan ini juga membahas penyelenggaraan Sidang Umum Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) pada 10 sampai 13 Desember mendatang.

Wakil Presiden, ujar Ahmad, menyatakan permohonan dana tersebut belum pas dengan momentum saat ini dimana pemerintah sedang melakukan penghematan. "Kemungkinan bisa dimasukkan tahun depan, antara diminta lebih kompetitif," kata Ahmad.

Saat ini, kata Ahmad, Antara sedang fokus untuk mengembangkan sistem pemberitaan portal secara retail disamping berlangganan. "Namun sedang dicari formatnya seperti apa, supaya beda dengan yang sudah ada," kata dia.

Disamping menjadi penyelenggara OANA,kata Ahmad, Antara juga terpilih menjadi Presiden Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik ini selama tiga tahun kedepan. OANA sendiri beranggotakan 39 kantor berita dari 33 negara di kawasan Asia Pasifik. Anton Aprianto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: