Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Djoko Santoso: Kesejahteraan Prajurit Menjadi Fokus Utama
Rabu, 05 Desember 2007 | 20:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kesejahteraan prajurit TNI merupakan tugas pemerintah. Calon Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menyatakan dirinya akan memprioritaskan kesejahteraan TNI jika dilantik sebagai pimpinan TNI.

"Kesejahteraan menjadi fokus utama," katanya saat menjawab pertanyaan anggota Komisi Pertahanan DPR dalam uji kelayakan Calon Panglima TNI di gedung MPR/DPR, Rabu (5/12).

Kesejahteraan ekonomo prajurit, ujarnya, tergantung keuangan negara. Djoko membantah prajurit TNI sering dimanfaatkan pengusaha hitam karena minimnya kesejahteraan. "Kesejahteraan yang layak poros utamanya dukungan anggaran negara. Karena nanti kalau kami disuruh usaha lagi malah nggak benar," ujarnya.

Djoko mengatakan, TNI mendukung penyejahteraan prajurit secara ekonomi melalui koperasi prajurit. Koperasi itu untuk pengadaan perumahan dan simpan pinjam prajurit.

Ia menilai kesejahteraan tidak hanya terkait soal ekonomi. Menurut dia, cuti dan libur, karir, serta pendidikan merupakan bentuk kesejahteraan lainnya.

Hingga kini, katanya, seluruh bisnis TNI sudah diserahkan ke Departemen Pertahanan. Tim supervisi transformasi bisnis melakukan verifikasi status dan bisnis TNI. "Koperasi berfokus pada pemenuhan kebutuhan pokok keluarga dan prajurit TNI," katanya.

Menurut dia, yayasan yang dimiliki TNI memang masih ada. TNI menggunakan undang-undang tentang yayasan sebagai dasar. Selain itu, managemen terbuka diterapkan dalam pengelolaan.

Dia mengakui, prajurit TNI banyak yang harus melakukan kerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Misalnya, menanam sayur mayur dan menjadi tukang ojek. "Kondinya memang sangat memprihatinkan," ujarnya.

Anggota Komisi Pertahanan DPR dari Fraksi Partai Demokrat Markus Silano mengatakan Djoko Santoso harus mengurangi jarak gaji antara Panglima TNI dan prajurit terendah. "Akibat kesejahteraan kurang, banyak prajurit yang dimanfaatkan pengusaha hitam, terlibat narkoba," katanya.


Anggota Komisi Pertahanan DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Permadi mengatakan hingga kini perumahan prajurit TNI belum layak. Seharusnya, TNI mengalokasikan anggaran untuk membeli lahan yang luas untuk perumahan. "Rumah-rumah prajurit sangat tidak layak," katanya.

Anggota Komisi Pertahanan DPR dari Fraksi Partai Golkar Yuddy Chrisnandi meminta komitmen Djoko Santoso untuk menyerahkan seluruh badan usaha yang menjadi bisnis TNI ke pemerintah. Dalam uji kelayakan, mantan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto menyatakan akan mengembalikan badan usaha TNI ke pemerintah selama satu tahun. Namun, komitmen itu tidak dipenuhi keduanya. "Salah satu larangan adalah TNI bernisnis," ujarnya.

Yuddy pun menanyakan aset seluruh badan usaha TNI yang bernilai Rp 1 triliun. Padahal, dia melanjutkan, usaha itu sudah berjalan selama 30 tahun. Bahkan, kini ada beberapa badan usaha yang telah dijual. "Itu tidak masuk akal. Uangnya kemana? Bisnis TNI tidak memberi efek yang signifikan pada kesejahteraan prajurit," katanya.

Djoko menjelaskan TNi memang memiliki hak pengusaha hutan yang dimintakan melakui yayasan TNI. Uang HPH, katanya, dipinjamkan kembali untuk pusat-pusat pendidikan. Misalnya, Rindam.

Uji kelayakan Calon Panglima TNI berlangsung mulai pukul 09.00. Jenderal Djoko Santoso membacakan makalah dengan tampilan slide dari proyektor. Sessi pertanyaan dibagi dua sesuai jumlah anggota Komisi Pertahanan yang hadir saat itu yaitu 35 orang. Delapan belas penanya diberi kesempatan mengajukan pertanyaan di awal. Pukul 14.00 uji kelayakan diskors selama 30 menit dilanjutkan dengan jawaban dari Djoko.

Djoko menjawab pertanyaan itu dengan singkat dan diselingi canda tawa. Sekitar dua jam Djoko menjawab pertanyaan. Pada sessi kedua, tiga penanya mengundurkan diri untuk menggunakan haknya. Uji kelayakan kembali diskors untuk istirahat dan shalat maghrib hingga pukul 19.00 WIB, untuk dilanjutkan kemudian. Kurniasih Budi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemilihan KSAD Diminta Bukan Pertimbangan Politis
Djoko Santoso Terpilih Jadi Panglima TNI
Panglima TNI Baru Dilantik Senin Pekan Depan
Pemukul Anggota DPR Diajukan ke Kejaksaan
DPR Minta Kasus Pemukulan Dituntaskan
Ryamizard Dukung Djoko Suyanto Pimpin TNI
Soetardjo Minta Pengamanan DPR Ditingkatkan
Bursah: Pemukulan Ade Nasution Lecehkan DPR
Pengamat: Di Bawah Djoko, Peran Angkatan Udara Meningkat
Ade Nasution Adukan Pemukulan ke Polisi
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk112965 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pole Position Pertama Kovalainen
Pengendara Motor Tewas Akibat Jatuh Saat Boncengan Berlima
Jusuf Kalla Siap Suntik Dana Kampanye Jagonya di Jawa Timur
Cagub Jatim Tolak Kontrak Politik Penghapusan Sunat Perempuan
13.329 Pejabat Fungsional Kabupaten Malang Belum Terima Rapelan

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data