|
KPK Bertemu Badan Kehormatan DPR
Kamis, 06 Desember 2007 | 13:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Kehormatan DPR menerima Direktur Penyelidikan KPK, Iswan Elmi. KPK dan BK bertukar informasi terkait kasus aliran dana Bank Indonesia ke anggota DPR. "Kami memastikan telah terjadi gratifikasi," kata Wakil Ketua Badan Kehormatan Gayus Lumbuun di gedung MPR/DPR, Kamis (6/12).
Gayus mengatakan, KPK telah mendapat pengakuan dari pemberi, dalam hal ini Bank Indonesia tentang aliran dana itu. Namun, nama pemberi dan penerima, cara pemberian, waktu pemberian, serta jumlah uang yang dialirkan tidak bisa disebutkan. "Untuk kepentinga penyelidikan tidak bisa disebutkan. Namun KPK telah berhasil menyingkap adanya pemberian uang dari pihak pemberi, dan itu penting untuk kami," katanya.
Gayus mengatakan, KPK kesulitan memperoleh dokumen rekaman dan notulensi jalannya rapat komisi keuangan DPR dan memanggil anggota DPR yang masih aktif yang diduga terlibat. "Bagi badan kehormatan yang penting adalah siapa yang menerima," katanya.
Ketua Badan Kehormatan, Irsyad Sudiro mengatakan, penyelidikan terus dikerjakan oleh KPK maupun BK. Pertemuan tadi merupakan sarana bertukar informasi tentang proses yang dilakukan kedua lembaga. "KPK dan BK memproses sesuai tugas dan kewenangannya," katanya.
Direktur penyelidikan KPK Iswan Elmi mengatakan KPK hanya memberitahu pihak-pihak yang dipanggil lembaganya terkait aliran dana tersebut. "Kami hanya memberitahu siapa saja yang dipanggil KPK," katanya. KURNIASIH BUDI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|