|
Presiden Ingatkan Capres 2009 Tidak Minta Dukungan TNI
Kamis, 06 Desember 2007 | 13:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Umum 2009 supaya tidak meminta dukungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI."Dukungan itu harus berasal dari rakyat sehingga komitmen para pimpinan TNI/Polri sangat penting untuk tidak terjadi lagi seperti terbuka atau tertutup, jangan pilih yang ini tapi pilih yang itu," kata Presiden dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (6/12).
Presiden meminta masyarakat dan pers mengawasi netralitas TNI/Polri. "Dan untuk memastikan tidak ada perintah dari pimpinan TNI/Polri kepada prajurit bawahannya untuk tidak netral. Termasuk barangkali dari saya," kata Presiden.
Presiden menekankan dirinya benar-benar menggarisbawahi netralitas dan independensi TNI/Polri. Presiden mengakui memiliki pengalaman sendiri dalam Pemilu 2004. Saat itu, kata dia, publik melihat ada bagian dari TNI/Polri yang tidak netral. "Saya kira harus kita ubah jalannya sejarah untuk betul-betul tidak berpihak," kata Presiden.
Pernyataan Presiden ini menanggapi pertanyaan DPR dalam uji kelayakan calon Panglima TNI. Komisi Pertahanan DPR kemarin mempertanyakan netralitas Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Djoko Santoso jika ia terpilih menjadi Panglima TNI.
Presiden menyatakan terima kasihnya kepada Komisi Pertahanan yang telah menanyakan netralitas TNI. "Saya juga senang dan berterima kasih pada jawaban KSAD yang nanti akan jadi Panglima untuk akan tetap bersikap netral dan tidak berpihak dalam Pemilu," kata Presiden.
Hal ini, kata Presiden, menunjukkan semangat dan tujuan reformasi akan mencapai sasaran. Presiden berharap apa yang selama lebih dari tiga tahun ini selalu ia ingatkan dan instruksikan agar TNI/Polri independen, netral, dan tidak bermain dalam politik praktis dapat diwujudkan. "Kita ingin mengembangkan demokrasi yang transparan dan akuntabel," kata Presiden.
FANNY FEBIANA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|