|
Tiga Dari 10 Orang Indonesia Pernah Menyuap
Jum'at, 07 Desember 2007 | 08:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Transparency International Indonesia menyatakan tiga dari sepuluh orang Indonesia pernah menyuap saat berhubungan dan untuk mendapatkan pelayanan dengan lembaga publik.
Angka tersebut, katanya, lebih tinggi daripada angka suap global yang hanya satu dari sepuluh orang. Penyuapan banyak dilakukan masyarakat untuk memudahkan urusan yang berkaitan dengan perizinan dan pelanggaran lalu lintas.
Kasus suap dilaporkan sangat tinggi di beberapa negara, seperti Kamerun (79/100), Nigeria (40/100), Senegal (38/100), Kamboja(72/100), Albania(71/100), Kosovo (67/100) dan Macedonia (44/100).
Negara dengan indeks penyuapan rendah antara lain Jepang, Korea Selatan, Austria, Perancis, Islandia, Swedia, Switzerland, dan Kanada dengan indeks suap 1 dari 100 orang.
Jika ditinjau dari wilayahnya, antara lain Afrika, Asia Pasifik dan negara baru pecahan Soviet merupakan wilayah dengan angka penyuapan yang cukup tinggi.
Praktik suap secara khusus dilaporkan menyebar dalam interaksi dengan polisi, lembaga peradilan dan lembaga pelayanan perijinan. Masyarakat Indonesia percaya bahwa partai politik, parlemen, polisi dan lembaga peradilan adalah institusi paling korup dalam negaranya.
Penelitian tentang hal tersebut diumumkan oleh TII dalam Peluncuran Barometer Korupsi Global 2007 di kantor TII, Kamis (6/12).
Reh Atemalem Susanti
INDEKS BERITA LAINNYA :
|