|
Indonesia Masih Kekurangan Radar Pengintai
Jum'at, 07 Desember 2007 | 12:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Untuk mendukung sistem pertahanan terutama menghadapi ancaman dari luar di daerah terutama di daerah perbatasan TNI AU membutuhkan sebanyak 30 radar pengintai.
Namun, saat ini menurut Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Herman Prayitno, radar pengintai yang terpasang baru sebanyak 17 buah. "Tahun depan akan dipasang lagi di Merauke setelah Biak," katanya di Pangkalan Udara Adi Sumarmo Solo, Jum'at (7/12).
Menurut Herman, pengadaan dan pemasangan radar pengintai di perbatasan sudah lebih tertata rapi karena melalui perencanaan yang sudah sejak dulu dilakukan.
Dia mengatakan seluruh wilayah Indonesia akan tercover dengan 30 radar pengintai yang ditargetkan terpasang pada ahun 2019 mendatang. "Nanti setelah akan dipasang di Timika dan di tempat lain sampai tahun 2019 seluruh Indonesia sudah terpasang radar," ujar KSAU.
Setiap dua pekan sekali, armada TNI AU melakukan patroli keliling di seluruh wilayah Indonesia. Patroli keamanan tersebut, menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Daryatmo dilakukan dengan menggunakan pesawat Boing 737-200 dari Skuadron V Pangkalan Udara Ujung Pandang. Laporan hasil patroli langsung dilaporkan ke Mabes TNI. "Patroli rutin dilakukan dua pekan sekali, sepekan di wilayah barat dan sepekan di wilayah timur," kata dia. imron rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|