|
Kasad Baru Pilihan Presiden Harus Dihormati
Sabtu, 08 Desember 2007 | 19:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan sipil dinilai harus menghormati otonomi militer dalam penentuan kepala staf angkatan darat (Kasad). Sipil tidak perlu mempersoalkan Kasad yang dipilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggantikan Jenderal Djoko Santoso.
"Siapa pun yang dipilih presiden menjadi KASAD sewajarnya tidak perlu dipersoalkan," kata anggota Komisi Pertahanan DPR Yuddy Chrisnandi ketika dihubungi Tempo, Sabtu (8/12).
Sebelumnya, calon Panglima TNI yang baru Jenderal Djoko Santoso tidak keberatan jika Kepala Staf TNI Angkatan Darat lebih senior dari dirinya. Djoko telah lulus uji kelayakan Calon Panglima TNI menggantikan Marsekal Djoko Suyanto yang akan pensiun akhir tahun ini. Sehingga, posisi Kasad yang ditinggalkan Djoko Santoso harus segera diisi.
Saat ini ada enam perwira tinggi bintang tiga, antara lain Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal George Toisutta, Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Letnan Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo, Wakil KSAD Letnan Jenderal Cornel Simbolon, Komandan Komando Pendidikan dan Pelatihan TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal Bambang Darmono, dan Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal Erwin Sudjono. Hanya George yang lebih junior dari pada Djoko.
Yuddy mengatakan Presiden Yudhoyono memiliki kewenangan konstitusi sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas angkatan bersenjata sesuai undang-undang. Sebaiknya, katanya, kalangan sipil dapat menghormati sejauh berada dalam koridor konstitusional dan kelaziman. Selama ini, kalangan sipil pun tidak ingin urusannya di intervensi militer. "Apakah yang dipilih menjadi KASAD Sjafrie Syamsudin, Erwin Sudjono, Agustadi Sasongko Purnomo, Geroge Toisutta atau siapa pun jangan dipersoalkan atau dicampuri," ujarnya.
KURNIASIH BUDI/FANNY FEBIANA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|