close

Kalla Minta Masyarakat Berhemat

Senin, 10 Desember 2007 | 13:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak masyarakat Indonesia meninggalkan pola hidup yang disubsidi pemerintah. Pemerintah, kata dia, belakangan mendorong masyarakat hidup efisien.

"Selama ini pemerintah punya sikap keliru dengan subsidi, yaitu membiasakan masyarakat hidup boros," kata Kalla saat membuka Musyawarah Nasional Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia di Kantor Wakil Presiden, Senin (10/12).

Pemerintah mengupayakan efisiensi dengan cara konversi minyak tanah ke elpiji, penggantian lampu pijar ke lampu hemat energi, dan pembatasan penggunaan premium ke Pertamax. Dana subsidi dari konversi minyak tanah, katanya, bisa dihemat sekitar Rp 35 triliun. "Ini bisa digunakan untuk kepentingan lain," kata Kalla.

Dana penghematan, kata Kalla, bisa digunakan untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan masyarakat. "Kalau tidak dikonversi, dana sebesar itu habis diasap," kata Kalla.

Kalla juga mengajak masyarakat sejak tahun depan, mengganti lampu pijar dengan lampu hemat energi. Satu lampu pijar, Kalla mencontohkan, membutuhkan daya 40 Watt, namun lampu hemat energi cukup menggunakan lampu dengan daya 12 Watt. "Bayangkan tingkat penghematannya, dan hasilnya jauh lebih baik," kata Kalla.

Ia meminta kebiasaan hidup subsidi ini bisa diubah menjadi pola hidup masyarakat yang mandiri. Pola ini harus dipelopori dari basis ekonomi rumah tangga. "Pemerintah sudah berkomitmen mendukung pemberdayaan ekonomi kecil, terutama ekonomi rumah tangga," kata Kalla.

Anton Aprianto

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan