|
Yudhoyono: Pembenahan Iklim Butuh Dana Besar
Selasa, 11 Desember 2007 | 14:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jimbaran, Bali:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, program membenahi dampak perubahan iklim membutuhkan biaya sangat besar.
Dana pembenahan dampak ini, kata Yudhoyno, merupakan tantangan semua pemangku kepentingan. Menteri Keuangan dan Lembaga Keuangan perlu berperan dalam menjawab tantangan rumusan program maupun biayanya.
"Banyak yang bilang dibutuhkan dana sampai US$ 200 miliar (sampai tahun 2030)," kata Presiden dalam sambutan pembukaan pertemuan tingkat tinggi menteri
keuangan di UNFCCC di Jimbaran Bali, Selasa (11/12).
Setiap komunitas global di dunia membutuhkan tambahan investasi yang signifikan dan pola investasi yang jelas terutama bagi negara berkembang. Agar biaya tak mejadi beban, Negara maupun lembaga internasional dinilai perlu membuat insentif dan kondisi yang cocok guna memancing investasi dari swasta.
"Agar mereka (swasta) masuk dalam riset dan pengembangan energi bersih. Juga harus ada kebijakan yang lebih rendah polusi. Dibutuhkan perbaikan kapasitas di negara
berkembang dan kami butuh keterlibatan sektor swasta dalam pembiayaan dan adaptation di negara berkembang dan negara miskin," kata Presiden.
Di Indonesia, kata dia, seperti juga di negara lain,banyak area yang bisa gali untuk mengatasi perubahan iklim. Kalau setiap negara membuat proges dalam reduksi emisi dan adaptasi, Yudhoyono menyakini hasilnya sangat berpengaruh pada perekonomian. "Kita membutuhkan frame work secara global. Itu harus kita siapkan untuk tahun 2012," kata dia.
AGUS SUPRIYANTO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|