Pada 2009, PKB Mengincar Kursi Kekuasaan
Selasa, 11 Desember 2007 | 16:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jember:Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Zannuba Arifah Chafsoh menegaskan PKB harus merebut kekuasaan pemerintahan pada pemilu 2009. Pemerintahan saat ini dirasa masih belum efektif dan berani mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan belum meralisasikan kesejahteraaan rakyat.
"Saya sudah berkeliling ke banyak tempat. Faktanya, angka pengangguran, kemiskinan, kelaparan, buta huruf, semakin tahun semakin meningkat. Kuncinya, PKB harus merebut kekuasan dalam pemilu mendatang," kata dia dihadapan ribuan massa dalam acara "Ngaji Bersama Gus Dur" di aula pondok pesantren Roudlatut Tholibin Desa Sumberwringin Kecamatan Sukowono, Jember, Jawa Timur, selasa (11/12) siang.
Yenny mengatakan PKB akan berjuang meningkatkan kesejahteraaan rakyat dan martabat bangsa Indonesia di mata negara lain. "Sampai sekarang investor banyak yang hengkang dari Indonesia, lihat saja banyak pabrik Korea, Jepang, dan negara lain sudah tutup," kata dia.
Abdurrahman Wahid dalam ceramahnya mengatakan PKB sudah mempersiapkan strategi memenangkan pemilu 2009. Mereka membidik sasaran pemilih di luar Pulau Jawa. "Banyak sekali jamaah thoriqot yang mendukung PKB dan itu harus kami berdayakan. Biarlah diam-diam kami garap itu, dan untuk Pulau Jawa, garapan kami seolah-olah bukan orang-orang thoriqot. Ini baru satu strategi. Yang lain masih banyak, tunggu tanggal mainnya," katanya.
Gus Dur siap maju dalam bursa pemilu presiden tahun 2009 mendatang. "Tapi syaratnya kalau saya disuruh oleh lima kyai. Saya akan maju," katanya. Gus Dur menolak menyebutkan kyai yang dimaksudkannya.
MAhbub Djunaidy





