|
Muladi: Ketua Partai Politik harus Berduit
Rabu, 12 Desember 2007 | 19:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Muladi menyatakan pemimpin partai politik harus memiliki kekuatan finansial yang cukup. Sebab, partai politik membutuhkan pendanaan yang cukup besar.
"Kalau ketua umumnya melarat, partai politik akan kerdil terus," katanya, di sela-sela seminar Hak Asasi Manusia "Merenungkan Kembali Hak untuk Hidup," di Jakarta, Rabu (12/12).
Dia menambahkan, partai politik membutuhkan dana operasional yang tinggi. Belum lagi untuk membayar gaji pegawai dan sebagainya. Besarnya dana itu, antara lain, bisa dilihat saat ketua umum partai melakukan road show ke berbagai daerah. Dana yang dihabiskan bisa mencapai milyaran rupiah. Sebab itulah, pimpinan partai di beberapa partai besar adalah saudagar. "Misalnya, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir," kata Muladi, memberi contoh.
Berkait dengan keuangan partai, menurut dia, dana bantuan dari subsidi APBN tetap dibutuhkan. Pertimbangannya, partai politik penting bagi demokratisasi. "Dari partai politik, terlahirlah pemimpin bangsa ini," katanya.
Meski begitu, subsidi untuk partai politik harus dikontrol dan diawasi. Untuk itu, Muladi menyebut perlunya aturan tambahan dalam UU Partai Politik untuk mengatur dan mengawasi asal dan penggunaan dana parpol. "UU itu harus dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah," katanya.
Eko Ari wibowo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|