Sunat Kurangi Resiko Terkena AIDS
Kamis, 13 Desember 2007 | 15:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Fachmi Idris mengatakan, sunat (sirkumsisi) pada pria dapat mengurangi resiko terkena HIV dan AIDS.
Ia menganjurkan, kaum lelaki sebelum yang memasuki usia seksual aktif untuk melakukan sirkumsisi sebagai cara untuk menjaga kehigienisan alat kelamin dan mengurangi resiko terkena AIDS.
"Penurunan resiko mencapai sepertiganya," ujarnya dalam diskusi Sirkumsisi dan Aktifkan Lagi Kampanye Penggunaan Kondom di Kantor IDI, Kamis (13/12).Penduduk tanah Papua yang tidak disunat, ia mencontohkan, beresiko lebih tinggi terkena HIV/AIDS.
Ketua Pelayanan AIDS Terpadu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr Zubairi Djoerban menyatakan penis yang belum disirkumsisi menjadi jalan masuk virus dan kuman. "AIDS gampang terinfeksi melalui ujung penis," ujarnya.
Di ujung penis, Zubairi menjelaskan, ada lapisan yang bernama Preputium yang mudah abrasi saat hubungan seksual terjadi. Keefektifan sunat, kata dia, sudah diakui di beberapa negara seperti di Amerika Serikat yang 77-85 persen bayinya disunat.
Di Filipina hampir semua laki-laki disunat, sedangkan di Kanada angkanya bervariasi mulai dari 13,9 -48 persen di tiap wilayah. Meski begitu masih banyak negara di Eropa, Amerika Latin dan Amerika Selatan yang tidak mengenal sunat. Reh Atemalem Susanti





